Polres Ngawi Cegah Praktik Politik Uang Jelang Pemilu 2019

Ilustrasi money politics (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
25 September 2018 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Menjelang Pemilu 2019, Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu menyatakan jajarannya mewaspadai praktik politik uang atau money politics yang rawan terjadi saat masa kampanye hingga mendekati pemungutan suara.

"Politik uang itu bisa memicu konflik terbuka antartim pemenangan. Selain itu juga berpotensi memicu terjadinya sengketa hukum," ujar AKBP Pranatal Hutajulu kepada wartawan di Ngawi, Sabtu (22/9/2018).

Untuk itu, ungkap dia, Polres Ngawi maupun Panwaslu Ngawi sepakat sama-sama mengutamakan pencegahan, mengingat potensi kerawanan tersebut cukup besar. Politik uang bahkanmenjadi fokus selama berlangsungnya Operasi Mantap Brata 2018.

"Kami akan mengutamakan pencegahan, meski demikian, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penindakan, jika dirasa sangat perlu," katanya.

Pencegahan dilakukan dengan mengimbau para caleg maupun tim pemenangan untuk sadar bahwa politik uang melanggar aturan. Selain itu, pihaknya meminta untuk menggelar kampanye dengan damai dan tidak saling menjatuhkan demi terciptanya pemilu aman dan bermartabat di masyarakat.

Sesuai data, selama Operasi Mantap Brata 2018, Polres Ngawi menyiagakan sebanyak 700 personel guna pengamanan Pemilu 2019.

Jumlah tersebut masih ditambah personel pengamanan dari unsur TNI dan sipil dari pemerintah daerah. Total personel yang siaga dalam Operasi Mantap Brata 2018 di wilayah setempat mencapai 1.000 orang.

Operasi Mantap Brata 2018 merupakan persiapan pengamanan dari tahapan kampanye calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten serta calon presiden dan wakil presiden. Masa kampanye berlangsung mulai 23 September hingga 13 April 2019.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara