BREM Kamtibmas Antar Polres Madiun Sabet Top 99 Sinovik

Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya menerima penghargaan dari Menteri PAN dan RB Syafrudin di Surabaya, Rabu (19/9 - 2018). (Istimewa/Polres Madiun)
21 September 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Polres Madiun menyabet penghargaan Top 99 Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Keberhasilan dicapai berkat program inovasi Bhayangkara Respon Empati Modern (BREM) Kamtibmas yang dianggap bermanfaat bagi pelayanan kepada masyarakat.

Polres Madiun berhasil menyisihkan 2.842 peserta dari intansi pelayanan publik seluruh Indonesia baik tingkat kementerian dan lembaga lainnya. BREM Kamtibmas unggul karena programnya yakni berupa upaya proaktif Polres Madiun menyelesaikan permasalahan kamtibmas dan kamseltibcar lantas.

Salah satunya keberhadilan Polres Madiun dalam menangani konflik pesilat.

Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya menerima penghargaan itu secara langsung dari Menteri PAN dan RB Syafrudin di Surabaya, Rabu (19/9/2018).

AKBP Made Agus Prasatya menuturkan Polres Madiun berhasil meraih penghargaan Top 99 Sinovik 2018 karena program BREM Kamtibmas. Program ini memiliki keunggulan yakni polisi berperan aktif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Madiun.

"Istilah BREM dipakai dalam program ini karena mengingat brem merupakan makanan tradisional khas Madiun yang mudah diingat orang," jelas Made, Jumat (21/9/2018).

BREM Kamtibmas, kata Made, awalnya digunakan untuk mengatasi masalah-masalah keamanan di Kabupaten Madiun. Setiap hari, polisi berkeliling dan menyambangi desa untuk memantau keamanan.

Saat bertemu dengan masyarakat, polisi berdiskusi dengan dan ikut menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

"Manfaat BREM Kamtibmas ini lamgsung dirasakan pada penanganan konflik pesilat yang sebelumnya kerap terjadi di Madiun. Setelah program ini diluncurkan, tidak ada lagi konflik yang terjadi pada saat perayaan Sura yang diikuti ribuan pesilat," jelas Made.

BREM Kamtibmas juga menjadi upaya menyelesaian secara mandiri yang berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Penyelesaian konflik itu melibatkan polisi bersama Forkompimda.

Menurut dia, program ini menjadi langkah nyata dan menjadi peran aktif Polres Madiun untuk menjaga stabilitas keamanan. Program ini juga menjadi formula untuk menyelesaikan permasalahan utama yang kerap terjadi di Madiun. 

"Untuk itu BREM-Kamtibmas memiliki lima program berupa BREM-Bhabinkamtibams, BREM-IP4T Partisifatif, BREM-Dana Desa, BREM-Lalu lintas, dan BREM-Online," kata Made.

BREM IP4T Partisipatif merupakan program yang membantu Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam percepatan pelayananan publik proses sertifikasi tanah dan mencegah mafia tanah.

BREM Dana Desa yaitu bermanfaat untuk mengawasi dan asistensi penggunaan dana desa sehingga tidak ada penyimpangan dan pembangunan masyarakat desa terwujud secara transparan.

BREM Lantas yakni untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Sedangkan BREM Online yaitu program yang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan sebuah peristiwa. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya