Petani Buah di Sarangan Magetan Terpaksa Kulak Stroberi dari Bandung

Penjual stroberi di jalan Sarangan, Magetan, menunggu pembeli di kiosnya, Rabu (12/9 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
15 September 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Petani buah stroberi di kawasan Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terpaksa mendatangkan stroberi dari Bandung, Jawa Barat, karena tanaman stoberi di Sarangan banyak yang rusak.

Mengambil stroberi dari daerah lain menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

Namun, harga stroberi pun kini semakin mahal karena minimnya persediaan barang. Sedangkan jumlah pembeli cukup tinggi, apalagi saat bulan Sura seperti sekarang.

Salah satu penjual dan petani stroberi di Sarangan, Danik, mengatakan akhir-akhir ini tanaman stroberi miliknya banyak yang rusak. Hal itu disebabkan cuaca ekstrem dan kabut yang kerap menyelimuti puluhan tanaman stroberi miliknya.

Dia menuturkan seharusnya bulan September ini sudah memasuki masa panen stroberi. Namun, karena kondisi cuaca cukup ekstrem sehingga tanaman belum terlihat berbuah.

"Saat-saat ini tanaman stroberi agak sulit. Banyak tanaman yang ga mau berbuah. Saya sudah memberikan pupuk ke tanaman tapi tetap aja ga mau berbuah," jelas dia saat ditemui Madiunpos.com, Rabu (12/9/2018).

Untuk menjamin ketersediaan stok, Danik terpaksa kulak buah stroberi di Bandung. Sayangnya harga stroberi dari Bandung tergolong lebih mahal dibandingkan harga stroberi lokal.

Stroberi Bandung dihargai Rp80.000/kg, sedangkan stroberi lokal Rp70.000/kg. Saat musim panen, harga stroberi hanya Rp50.000/kg. "Saat ini harganya cukup mahal karena memang sedang ga ada barangnya," ujar Danik.

Pengunjung yang datang ke pusat stroberi di Sarangan juga bisa memetik buah stroberi di ladang. Pengunjung bisa mencicipi langsung stroberi dari pohonnya.

Danik menuturkan setiap hari ada puluhan orang singgah ke kiosnya untuk membeli stroberi sebagai oleh-oleh. Rata-rata setiap hari dirinya bisa menjual 20 kg-30 kg stroberi.

Penjual stroberi lainnya, Eka, menyampaikan mengambil stroberi dari luar daerah menjadi salah satu solusi untuk memenuhi permintaan konsumen. Produksi stroberi lokal untuk saat ini belum mencukupi permintaan.

"Saat ini panen, tapi tidak banyak. Ya akhirnya kami mengambil barang dari luar dengan harga yang lebih mahal," jelas dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya