Pria Magetan Digendam Saat Tunggui Mertua di RSUD Ponorogo

Borgol (id.gofreedownload.net)
14 September 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Seorang pria bernama Suyatno, warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi korban gendam saat memeriksakan mertuanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo.

Sepeda motor milik Suyatno pun raib dibawa pelaku gendam yang melakukan aksi kriminalitas di RSUD Ponorogo itu.

Kapolsek Ponorogo, AKP Lilik Sulastri, mengatakan awalnya Suyatno sedang menunggui mertuanya yang sakit di RSUD dr. Harjono Jl. Laks. Yos Sudarso, Ponorogo, Senin (27/8/2018) malam. Saat itu, tersangka bernama Lamuri, 55, mengajak Suyatno berkenalan

"Tersangka kemudian bercerita kalau dirinya sanggup menyembuhkan penyakit mertua korban dengan syarat-syarat khusus yang harus dilengkapi," kata Lilik Sulastri saat dihubungi Madiunpos.com, Jumat (14/9/2018).

Korban yang saat itu menunggui mertuanya pun seperti mendapatkan alternatif lain supaya mertuanya cepat sembuh. Korban pun menerima bantuan dari tersangka dan menyiapkan seluruh perlengkapan untuk ritual penyembuhan.

Pada hari berikutnya, Selasa (28/8/2018) pagi, korban pulang ke Magetan untuk mempersiapkan syarat-syarat ritual yang diminta tersangka. Setelah seluruh kelengkapan ritual terpenuhi, tersangka menelepon korban untuk segera ke rumah sakit. Korban pun langsung menuju ke rumah sakit.

Selanjutnya, tersangka meminta korban menyerahkan sepeda motornya untuk menjemput istrinya. Korban yang diduga saat itu sudah dalam kondisi terpengaruh gendam langsung memberikan kontak sepeda motornya.

"Dalam kondisi terpengaruh gendam. Korban menyerahkan sepeda motornya kepada tersangka," ujar dia.

Lilik Sulastri menyadari kondisi korban saat itu tentu fokus pada kesehatan mertuanya yang tengah dirawat di rumah sakit. Sehingga saat ada tawaran penyembuhan secara alternatif langsung diterima.

Dia menyebut modus operandi yang digunakan tersangka yaitu dengan menawarkan pengobatan alternatif bagi korban yang sedang kesusahan di rumah sakit. 

"Kondisi seperti itu yang dimanfaatkan tersangka. Tersangka bilang bisa menyembuhkan orang tua korban," kata Lilik.

Atas laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap aksi penipuan dengan gendam itu. Hingga akhirnya tersangka berhasil dibekuk di RSUD Nganjuk pada Kamis (13/9/2018).

Berdasarkan pengakuannya, ungkap Lilik, tersangka merupakan residivis dalam kasus yang sama di Ponorogo pada tahun 2015 silam. Kemudian tersangka mengulangi tindakan penipuan dengan gendam itu lagi.

"Tersangka ini dulu tahun 2015 juga pernah masuk penjara karena kasus yang sama di RSUD Ponorogo. Kalau pengakuannya dia baru dua kali melakukan gendam ini. Tapi ini masih menjalani pemeriksaan," terang dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia