Persis Solo Berharap Tuah Madiun Terus Langgeng

Manajer Persis Solo, Setiawan Muhamad (kiri), memberikan kenang-kenangan jersey Persis pada sesepuh tim PSM Madiun, Samun Reza (tengah), di Madiun, Selasa (4/9 - 2018). (Istimewa/Persis Solo)
08 September 2018 15:00 WIB Chrisna Chaniscara Madiun Share :

Solopos.com, SOLO -- Awak manajemen dan pemain Persis Solo mendadak ekstra sibuk sepekan terakhir. Pikiran mereka tak cuma tertuju pada jadwal padat karena harus bersua Aceh United dan Persiraja Banda Aceh yang hanya berselang lima hari.

Di sela-sela menyiapkan tim, manajemen Laskar Sambernyawa gencar “bergerilya” untuk meraih hati publik Madiun.

Ya, sejak 31 Agustus 2018 skuat Persis bertolak ke Madiun menyusul renovasi Stadion Manahan, Solo. Kini Stadion Wilis menjadi homebase sementara mereka, berdampingan dengan klub lokal yang berlaga di Liga 3, Madiun Putra.

Tentu tak mudah meraih simpati masyarakat secara instan lantaran Persis bukan klub organik dari Kota Pecel, julukan Madiun. Hal ini terbukti saat jumlah penonton Persis “hanya” menembus 1.500 orang saat melawan Aceh United. Mayoritas penonton pun berasal dari suporter Persis di Kota Bengawan.

Namun berbagai upaya dilakukan manajemen Persis untuk kulanuwun dengan masyarakat Madiun. Sepekan terakhir Manajer Persis, Setiawan Muhamad, telah bersilaturahmi dengan wali kota dan kapolres setempat.

Tak hanya itu, manajemen menyempatkan diri menyambangi sesepuh tim PSM Madiun, Samun Reza, di kediamannya. Bersama Persis dan lima klub lain, PSM Madiun adalah cikal bakal berdirinya PSSI pada 19 April 1930.

Kesamaan rekam jejak sejarah ini turut membangun optimisme bahwa Persis bakal diterima di Madiun. “Pecinta Persis tak hanya dari Soloraya, di Madiun juga ada. Ada juga fans PSM Madiun yang kini mendukung Persis di stadion,” ujar Setiawan Muhamad kepada solopos.com, Jumat (7/9/2018).

Silaturahmi terus dilakukan dengan menemui sejumlah pemangku kepentingan, tokoh suporter dan para jurnalis di Kota Pecel pada Kamis (6/9/2018). Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Madiun itu berlangsung hangat.

Seluruh skuat Laskar Sambernyawa hadir meski mereka tengah bersiap menghadapi Persiraja, Sabtu (8/9/2018) sore. “Kami lega dengan sambutan ramah publik Madiun. Semoga kehadiran kami di sini bisa ikut menggairahkan atmosfer sepak bola Madiun,” ujar Iwan Laweyan, sapaan akrab Setiawan.

Rangkaian road show tersebut membuat Rudiyana dkk. lebih kerasan di rumah keduanya. Kiper Persis, Galih Sudaryono, mengaku mulai nyaman dengan atmosfer Kota Madiun. Dia tak menampik sempat kesulitan beradaptasi dalam pertandingan pertama di Stadion Wilis saat melawan Persita Tangerang.

Namun problem itu mulai terpecahkan sehingga tim sanggup menang dengan skor 1-0 melawan Aceh United. Dia berharap tuah Wilis kembali terulang saat menjamu Persiraja, Sabtu.

“Inilah peran penting adaptasi. Pemain harus paham kondisi lapangan karena karakter rumput di sini berbeda jauh dibanding Manahan,” ujar pemain asal Karanganyar itu. 

Tokopedia