PSHW Datangi DPRD Kota Madiun Minta Dukungan Suran Agung Tetap Digelar

Polisi memeriksa sepeda motor milik warga yang hendak mengikuti Suran Agung 2017 di sekitar Pasar Sleko, Kota Madiun, Kamis (21/9 - 2017). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
08 September 2018 09:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pengurus perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Madiun mendatangi DPRD Kota Madiun, Jumat (7/9/2018) siang. Mereka meminta supaya diizinkan untuk menggelar Suran Agung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rencananya, kegiatan tahunan Suran Agung yang digelar PSHW akan diselenggarakan  pada 23 September 2018.

Ketua PSHW Madiun, Ristu Nugroho, mengatakan pihaknya ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi warga PSH Winingo terkait pelaksanaan kegiatan Suran Agung 2018. Kegiatan Suran Agung yang setiap tahun digelar, tahun ini justru tidak mendapatkan izin dari Polres Madiun Kota.

Dia menyebut alasan tidak diberikannya rekomendasi untuk kegiatan Suran Agung karena faktor keamanan. Menurut dia, alasan tersebut sudah tidak relevan karena beberapa tahun terakhir kegiatan Suran Agung tidak pernah ada masalah.

"Ini sudah menjadi tradisi budaya yang berpuluh-puluh tahun dilaksanakan. Kemudian beberapa tahun ini kami bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan aman, tertib, kondusif, dan lancar. Jadi, alasan pelarangan kegiatan ini karena keamanan justru tidak beralasan," jelas dia kepada wartawan.

Ristu menyampaikan pengurus PSHW telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan Suran Agung yang remcananya digelar 23 September nanti.

Yakni membentuk korlap, berkoordinasi dengan pihak keamanan, berkoordinasi dengan tokoh perguruan lain, hingga berkomunikasi dengan tokoh masyarakat di setiap daerah titik rawan.

"Kami sudah sangat siap. Internal SH Winongo sendiri sangat kondusif dan solid. Sehingga tidak ada alasan untuk melarang kegiatan kami," jelas dia.

Lebih lanjut, Ristu menuturkan Suran Agung selama ini telah menjadi tradisi yang digelar setiap tahun. Seharusnya petugas keamanan mengamankan kegiatan tersebut bukan malah membatasinya.

Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi dari para pesilat PSHW itu. Pengurus PSHW meminta kegiatan Suran Agung diberi toleransi karena merupakan warisan budaya. Selain itu kegiatan tesebut juga tidak ada kaitannya dengan tahun politik.

"Makanya mereka siap menjaga kondusivitas keamanan atas kegiatan Suran Agung," kata dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia