5 Ton Beras Medium Dijual Rp8.300/Kg dalam OP di Kota Madiun

Pejabat Pemkot dan Bulog Madiun melepas pemberangkatan komoditas untuk OP di gudang Nambangan Kidul, Kota Madiun. (Antara/Diskominfo Kota Madiun)
06 September 2018 16:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 5 ton beras cadangan pemerintah didistribusikan ke pasaran dalam operasi pasar (OP) guna menstabilkan harga beras yang mulai merangkak naik. Kegiatan itu dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bekerja sama dengan Bulog Sub Divre IV Madiun 

"Harga beras itu harus terjangkau untuk semua lapisan masyarakat, karena beras merupakan kebutuhan pokok. Operasi pasar ini penting adanya untuk menstabilkan harga beras di Kota Madiun," ujar Pj Sekda Kota Madiun Rusdiyanto kepada wartawan, Rabu (5/9/2018).

Menurut dia, harga beras secara nasional cenderung naik. Untuk harga beras kelas medium telah mencapai Rp10.000 per kilogram. Padahal biasanya beras medium berada di kisaran Rp8.300 hingga Rp8.700 per kilogram.

Meski secara nasional sudah menunjukkan tren naik, namun di Kota Madiun masih tergolong stabil, yakni di kisaran Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram. Guna menghindari kenaikan harga signifikan, Pemkot Madiun segera melakukan operasi pasar.

Rusdiyanto menjelaskan operasi pasar kali ini menyasar Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko. Harga yang ditetapkan tergolong murah, masyarakat cukup membeli beras kelas medium sebesar Rp8.300 per kilogram.

Harga operasi pasar tersebut jauh di bawah HET yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 tahun 2017, sebesar Rp9.450 per kilogram.

"Secara harga tidak ada masalah. Sebab masih di bawah harga eceran tertinggi. Harapannya, beras masih terjangkau untuk masyarakat kecil," kata dia.

Sementara, Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun Heriswan menyebutkan tidak hanya beras, pihaknya juga mengobral sejumlah komoditas lain, di antaranya minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.

Dia menambahkan gula kemasan satu kilogram dijual Rp11.000 dan minyak goreng dijual Rp12.000 per liter. Pihaknya juga tidak membatasi permintaan pembeli.

"Warga Kota Madiun disilakan memanfaatkan operasi pasar ini. Kami juga tidak membatasi jumlah permintaan. Hal itu karena stok cadangan sangat mencukupi," kata Heriswan.

Adapun, sesuai rencana operasi pasar akan dilaksanakan selama bulan September, sambil melihat situasi perkembangan pasar. Harapannya, dengan operasi pasar tersebut harga beras di pasaran dapat kembali stabil. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia

Sumber : Antara