Daerah Potensial Tembakau di Bojonegoro Belum Dikembangkan

Ilustrasi petani menyiapkan bibit tembakau. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
06 September 2018 08:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Dinas Pertanian Bojonegoro, Jawa Timur, telah memberikan sejumlah bantuan untuk mengembangkan tanaman tembakau di daerah setempat yang memiliki potensi untuk tanaman tembakau baik Virginia Voor Oogst (VO) maupun Jawa.

Namun Dinas Pertanian Bojonegoro belum menggarap secara khusus daerah-daerah tersebut guna meningkatkan pamor tembakau.

"Pengembangan daerah yang memiliki potensi khusus untuk tanaman tembakau belum kita lakukan, tapi berbagai bantuan untuk pengembangan tanaman tembakau terus diberikan," kata Kepala Bidang Usaha Perkebunan  Dinas Pertanian Bojonegoro Imam Wahyudi di Bojonegoro, Rabu (5/9/2018).

Dia menambahkan berbagai usaha untuk pengembangan tanaman tembakau yang sudah berjalan, antara lain, pemberian benih gratis baik tembakau Virginia VO maupun Jawa, hasil penangkaran sendiri bekerja sama dengan Balittas Malang.

Selain itu, pihaknya memberikan bantuan mesin perajang serta mendorong pabrikan bermitra dalam budi daya tanaman tembakau.

Imam Wahyudi mencontohkan PT Sadhana Arif Nusa Padangan pada musim tanam tahun ini bermitra dengan petani menanam tembakau Virginia RAM seluas 965,50 hektare di sejumlah kecamatan.

Petani memperoleh jaminan hasil panen tembakaunya langsung dibeli PT Sadhana Arifnusa Padangan, selain bimbingan teknis juga yang lainnya.

"Dinas pertanian juga memberikan berbagai bantuan peralatan hibah kepada kelompok tani tembakau, antara lain, bantuan pupuk, alat penjemur tembakau, juga peralatan lainnya," ucapnya.

Namun, Imam Wahyudi mengakui dinas pertanian belum melakukan pembinaan khusus di sentra potensial yang bisa menghasilkan produksi tembakau dengan kualitas bagus seperti di Dusun Jeblokan, Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, dan Desa Mediunan, Kecamatan Ngasem.

"Kami memang mendengar di Mediunan, Kecamatan Ngasem, produksi tembakau Jawa kualitasnya bagus," ucapnya.

Data pada dinas pertanian menyebutkan pada musim tanam tahun ini tembakau Jawa tertanam seluas 2.768 hektare dan Virginia VO tertanam seluas 4.890 hektare dengan lokasi di sejumlah kecamatan. 

Seorang petani Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jais, menambahkan puluhan petani di Dusun Jeblokan, Desa Bakulan, selalu menanam tembakau Jawa.

"Tapi petani memanfaatkan benih tembakau Jawa hasil penangkaran sendiri. Belum pernah memanfaatkan benih tembakau Jawa dari dinas pertanian," ucapnya.

Meski demikian, menurut dia, hasil produksi tanaman tembakau Jawa rajangan yang selama ini dihasilkan mampu kualitasnya selalu paling bagus dibandingkan dengan tembakau Jawa dari daerah lainnya dengan harga memadai dengan pembeli dari Temanggung, Jawa Tengah.

"Harga tertinggi tembakau Jawa rajangan untuk petikan daun ketiga dan keempat sekarang ini Rp32.000 per kilogram. Untuk tembakau sejenis di luar desa kami rata-rata hanya Rp22.000 per kilogram," ucapnya.

Ia menambahkan tahun lalu harga tertinggi tembakau Jawa rajangan di Dusun Jeblokan mencapai Rp38.000/kilogram, yang kemudian setelah melalui proses dijual di Temanggung bisa laku Rp100.000/kilogram.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara