Harga Beras Medium di Jatim Tak Sampai Rp9.450/Kg

Ilustrasi beras. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
05 September 2018 06:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SIDOARJO -- Harga beras medium di pasar tradisional Provinsi Jawa Timur (Jatim) saat ini masih berada dalam batas normal yakni di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp9.450/kg.

Asisten Bidang Ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Fattah Yasin, mengatakan kepastian harga beras di pasar sejalan dengan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium yang diluncurkan pemerintah serta operasi pasar yang dulu kerap dilakukan Bulog Jatim.

“Atas perintah Mendag dalam kegiatan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan beras ini, maka masyarakat tidak perlu khawatir. Apalagi kalau dilihat dari pantauan harga di Disperindag dan BPS di 116 pasar di Jatim masih di bawah HET,” jelasnya seusai peluncuran program KPSH di Sidoarjo, Selasa (4/9/2018).

Dia menjelaskan saat ini harga beras medium di 116 pasar tersebut masih di bawah HET Rp9.450/kg, yakni tercatat masih berada di kisaran Rp9.300-Rp9.400/kg. Dia mengungkapkan, saat ini hanya ada satu pasar yang harga beras mediumnya telah mencapai Rp10.000/kg yakni di Pasar Wonokromo.

“Oleh karenanya kegiatan KPSH ini nanti tidak membatasi berapa pasar yang akan dituju dan menjadi sasaran karena Bulog Divre Jatim akan melayani semua pasar sepanjang ada permintaan,” jelasnnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kadivre Bulog Jatim Muhammad Hasyim menambahkan pada peluncurkan program KPSH ini ada 13 Sub Divre Bulog yang akan menggelontorkan 80,5 ton beras ke pasar. Diharapkan dengan program ini, komoditas beras tidak akan mengalami kenaikan harga.

“Mungkin ke depan memang akan ada momen yang dapat memengaruhi kenaikan harga, seperti ada fakta kekeringan sawah, lalu akhir musim panen dan juga momen menjelang hari besar keagamaan yang akan datang,” ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, masyarakat diminta tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras dan komoditas lain di pasar Perum Bulog. Apalagi Bulog tidak membatasi penyaluran beras dalam program KPSH ini.

“Kami tidak batasi karena selain kita adakan di 25 pasar di Jatim, juga ada di Rumah Pangan Kita (RPK) yang jumlahnya 5.500 RPK. Kalau RPK membutuhkan ya kita akan layani,” imbuhnya.

Hasyim menambahkan bila RPK membutuhkan beras, Bulog masih memiliki stok beras yang akan dijual ke lapak dengan harga Rp8.350/kg apabila pasokan didistribusikan oleh Bulog ke lokasi, dan dengan harga Rp8.100/kg apabila pedagang mengambil sendiri di gudang Bulog.

Sehingga diharapkan pedagang menjual beras dengan harga di bawah HET.

“Selain menggelontorkan beras medium dalam program KPSH ini, Bulog juga menyiapkan komoditi lain seperti gula pasir, terigu dan minyak goreng. Intinya seluruh komoditi Bulog di bawah HET,” imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia