1 Penambang Pasir Tewas Tertimbun Longsor di Bojonegoro

Ilustrasi tanah longsor (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
04 September 2018 20:45 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Longsor yang terjadi di penambangan pasir purba Bengawan Solo di Desa Tebon, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur, menelan korban jiwa,  Selasa (4/9/2018).

Seorang penambang bernama Sumani, 30, asal Desa Sumberarum, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

Camat Padangan, Bojonegoro, Sugeng Firmanto, di Bojonegoro menjelaskan penambangan pasir purba Bengawan Solo di darat di wilayahnya itu mengalami longsor sekitar pukul 11.30 WIB.

Sebelumnya, Sumani bersama teman kerjanya Saridi, 25, juga warga Desa Sumberarum, Ngraho, bekerja menggali pasir dengan cangkul juga sekrop. Keduanya melakukan penggalian pasir di tanah milik Warjan, Kepala Dusun Tinggang, Kecamatan Ngraho, yang lokasi tanahnya di Desa Tebon.

"Penambangan pasir dilakukan secara manual dengan memanfaatkan cangkul dan sekrop," kata petugas Satpol PP Kecamatan Ngraho, Edy Prasetyo.

Saat longsor terjadi, lanjut dia, Sumani tidak berhasil menyelamatkan diri, sehingga tertimbun pasir bercampur tanah. Sedangkan Saridi berhasil lolos yang kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak desa juga Polsek Padangan.

Edy Prasetyo menambahkan korban berhasil dievakuasi dengan berat ekskavator karena medannya sulit di lokasi penambangan pasir.

"Korban berhasil dievakuasi sudah dalam keadaan meninggal dunia pukul 17.15 WIB dengan memanfaatkan ekskavator. Saat ini korban di bawah ke Rumah Sakit (RS) Padangan untuk memperoleh visum," ucapnya.

Menjawab pertanyaan, Edy Prasetyo juga petugas Satpol PP Kecamatan Ngraho, Yono, mengaku tidak tahu pasti penjualan pasir dari hasil pengalian di penambangan setempat.

"Kami tidak menanyakan soal penjualan pasirnya," ucap Yono.

Sebelumnya, Satpol PP Pemkab juga pernah menutup dua lokasi penambangan pasir purba Bengawan Solo di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, dengan memanfaatkan alat berat ekskavator, mengakibatkan lingkungan setempat rusak pada Februari lalu.

Selain itu, pemkab juga menertibkan penambangan pasir bermesin di perairan Bengawan Solo di wilayah barat, mulai Kecamatan Ngraho, Padangan, juga Kalitidu, karena juga merusak lingkungan. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia

Sumber : Antara