Operator Ekskavator Tambang Tertimbun Bebatuan di Ngawi

Ilustrasi jenazah (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
02 September 2018 12:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Seorang operator alat berat ekskavator di tambang batu Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, meninggal dunia tertimpa reruntuhan bebatuan, Sabtu (1/9/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Sabtu pagi ada pekerja tambang bernama Jarni yang bertugas sebagai operator alat berat di tambang Desa Sidorejo yang tertimbun bebatuan hingga tewas," kata Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, saat dihubungi Madiunpos.com.

Eko menuturkan Jarni yang merupakan operator alat berat di tambang itu sedang mengoperasikan mesin. Jarni mengeruk bebatuan di tambang tersebut lalu dimasukkan ke truk yang dikemudikan Sugeng.

Sugeng yang berada di dalam truk mendengar suara reruntuhan batu dari tebing dan dengan sigap memindahkan truknya. Sesaat setelah itu, Sugeng keluar dan menyelamatkan diri.

Jarni yang masih berada di ruang kemudi ekskavator tertimpa reruntuhan batu. Rekan kerjanya dengan cepat menyingkirkan batu-batu itu dan mengevakuasi Jarni dari kabin.

"Saat ditolong masih bernyawa dan kemudian dibawa ke Puskesmas Kendal. Namun sesampainya di Puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal," jelas Eko.

Selanjutnya, jenazah Jarni dibawa ke rumah duka di Dusun Wijil, Desa Sidorejo, Kendal, Ngawi, untuk dimakamkan.