Lumpuh, Bocah 9 Tahun Asal Magetan Cuma Berbobot 8 Kg

Kondisi Evan Wahyudianto, anak laki-laki 9 tahun asal Magetan yang mengalami lumpuh, Jumat (31/8 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
01 September 2018 10:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Seorang anak laki-laki bernama Evan Wahyudianto hanya duduk tak berdaya di kursi roda. Bocah berusia sembilan tahun itu menatap sekelilingnya dengan tatapan kosong.

Badan anak itu sangat kurus dengan kaki dan tangannya hanya terlihat tulang berbalut kulit. Berat badannya cuma sekitar 8 kg. Anak yang biasa dipanggil Yudis itu mengalami kelumpuhan dan tidak mampu berbicara.

Yudis selama ini tidak mampu beraktivitas banyak. Ia harus selalu dibantu oleh orang terdekatnya untuk melakukan aktivitas harian.

Ibu kandung Yudis, Indah, menceritakan Yudis saat ini berusia 9 tahun namun berat badannya hanya sekitar 8 kg. Sebenarnya Yudis lahir secara normal dengan berat badan sekitar 3,2 kg. Namun saat usianya satu bulan Yudis menderita demam tinggi bahkan sempat mengalami kejang-kejang.

"Awalnya panas tinggi yang mencapai 40 derajat Celcius. Saat itu saya membawanya ke RSUD Soeroto Ngawi. Saat itu sampai mondok di RS sebulan lebih," kata dia di rumahnya di Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jumat (31/8/2018).

Saat dirawat di rumah sakit, Yudis sempat koma sekitar dua pekan. Bahkan dokter sempat menyebut Yudis mati suri selama 1,5 jam. Sejak saat itu, kondisi anaknya semakin memprihatinkan dan berat badan Yudis tak banyak bertambah.

"Sebenarnya makan sama seperti anak lainnya. Yudis suka makan sayur bening dan sayur asem," ujar dia.

Semakin hari kondisi kesehatan Yudis semakin tidak menentu. Anak itu kemudian mengalami lumpuh dan tidak bisa berbicara.

Indah yang saat ini berusia 27 tahun itu menuturkan dokter yang merawat Yudis sempat bilang kalau anaknya itu mengalami kelainan pada tubuhnya. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti kelainan seperti apa yang membuat anaknya seperti itu.

Indah mengaku menerima kondisi Yudis apa adanya dan berkomitmen akan merawatnya dengan baik. Meski tidak mengetahui apakah anaknya bisa sembuh atau tidak, Indah akan terus menyayangi Yudis dengan sepenuh hati.