Nyekar Agung PSHT Tahun Ini Ditiadakan, Pesilat Tetap Boleh Berziarah

Ribuan pesilat mengikuti acara peringatan 1.000 hari meninggalnya mantan Ketum PSHT di Padepokan PSHT Kota Madiun, Minggu (15/7 - 2018) malam. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
31 Agustus 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kegiatan Nyekar Akbar atau Nyekar Agung rutin digelar para pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun tahun 2018 ini dipastikan tidak dilaksanakan.

Kegiatan yang biasanya dihadiri ribuan pesilat dari berbagai daerah itu ditiadakan karena tahun ini merupakan tahun politik. 

Ketua PSHT Pusat, Murjoko, mengatakan pihaknya telah mengirim surat ke pengurus PSHT di cabang-cabang bahwa kegiatan Nyekar Akbar di Madiun ditiadakan. Meski demikian anggota PSHT diperbolehkan mendatangi makam pendiri SH di Kota Madiun.

Dengan catatan, ungkap dia, pesilat yang datang tidak boleh berbondong-bondong dengan jumlah besar. Menurut dia, kegiatan nyekar di makam sesepuh SH tidak harus dilakukan setiap tanggal 1 Sura atau malam 1 Sura.

"Untuk cabang PSHT di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah kami kumpulkan. Supaya menggelar kegiatan Suronan di tempat masing-masing," jelas dia seusai Rapat Persiapan Suronan PSHT, Jumat (31/8/2018).

Wakil Wali Kota Madiun, Armaya, mengatakan sudah ada kesepakatan antara Pengurus PSHT, Pemkot Madiun, kepolisian, dan TNI bahwa Nyekar Agung tahun ini ditiadakan. Alasan utama kegiatan Nyekar Agung ditiadakan karena tahun ini merupakan tahun politik.

"Kami harapkan tidak ada mobilisasi massa dalam acara itu. Di daerah menggelar kegiatan di daerah masing-masing," ujar dia.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, menambahkan kepolisian tetap akan menyiagakan personel di tempat kegiatan. Meskipun kegiatan Nyekar Akbar tidak diadakan.

"PSHT tidak menggelar. Untuk PSH Winongo akan diupayakan untuk tidak menggelar kegiatan Suran Agung," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya