87 Taruna API Madiun Diwisuda, Sebagian Besar Langsung Bekerja di MRT Jakarta

Taruna API Madiun mencium bendera merah putih saat wisuda angkatan kedua API Madiun, Kamis (30/8 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
31 Agustus 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 87 taruna-taruni Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun dinyatakan lulus dan diwisuda, Kamis (30/8/2018). Sebagian besar wisudawan API itu telah menjalin kontrak dengan perusahaan di bidang perkeretaapian seperti MRT Jakarta.

Direktur Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun, Jamaludin, mengatakan ada 87 taruna dan taruni API diwisuda tahun ini. Sebelumnya pada angkatan pertama yaitu tahun 2017 ada 119 taruna taruni API yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan diwisuda.

Dia menuturkan taruna-taruni yang belajar di API Madiun merupakan putra-putri terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia. API merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki bidang pendidikan khusus perkeretaapian di Indonesia.

Jamaludin menyampaikan sebagian besar lulusan sudah mendapatkan kontrak kerja di perusahaan kereta api seperti MRT Jakarta. "Mereka kan sudah ada rencana mau kerja di mana. Kami kerja sama dengan beberapa perusahaan operator kereta api," jelas dia kepada wartawan.

Menurut dia, taruna-taruni API sudah siap terjun ke dunia pekerjaan karena akademi ini secara khusus membekali mahasiswanya dengan ilmu perkeretaapian. Setelah lulus dari API, mereka juga langsung diberi sertifikat.

Dosen-dosen API secara berkala juga dikirim ke negara-negara yang dianggap maju dalam dunia perkeretaapian seperti Korea Selatan. Di negara tersebut, dosen atau pengajar API akan melakukan update teknologi perkeretaapian.

Di API Madiun ada empat program studi yaitu DIII Teknik Elektro Perkeretaapian, DIII Manajemen Transportasi Perkeretaapian, DIII Teknik Mekanika Perkeretaapian, dan DIII Teknik Bangunan Jalur Perkeretaapian.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Data Manusia Kementerian Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti, mengatakan saat ini transportasi perkeretaapian mengalami pertumbuhan pesat untuk angkutan penumpang dan barang.

Salah satu faktor penentu keberhasilan penyelenggaraan transportasi perekeretaapian adalah SDM berkompetensi. "API ini menjadi jawaban visioner dan jangka panjang," ujar dia.

Umiyatun menyampaikan hal yang menjadi isu strategis di sektor transportasi perekeretaapian adalah peningkatan konektivitas antar-moda melalui pembangunan akses pelabuhan, bandara, dan kawasan industri.

Pengembangan kapasitas dan penambahan jaringan melalui pembangunan double-double track serta pembangunan Trans Sulawesi dan Trans Sumatra.

"Sektor transportasi perkotaan berbasis kereta api adalah upaya pengembangan angkutan massal perkotaan seperti LRT Jabodetabek, Sumsel, dan Trem Surabaya. Serta terintegrasinya sistem pembayaran dengan layanan transportasi perkotaan," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya