Bojonegoro Siapkan Rp200 Juta untuk Atasi Dampak Kekeringan

Ilustrasi bantuan air bersih. (Antara/PMI Grobogan)
29 Agustus 2018 02:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Anggaran Rp200 juta siap digelontorkan untuk pengadaan air bersih bagi warga Kabupaten Bojonegoro yang terdampak kekeringan di musim kemarau.

"Alokasi anggaran Rp200 juta saya kira cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang daerahnya mengalami kekeringan selama kemarau," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia di Bojonegoro, Selasa (28/8/2018).

Dia menambahkan BPBD memanfaatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro dalam pengadaan air bersih untuk warga terdampak kekeringan. Pihaknya mengestimasi biaya untuk pengadaan air bersih juga lainnya Rp400.000/tangki.

Dengan demikian, Nadif Ulfia memperkirakan alokasi anggaran Rp200 juta dari APBD 2018 bisa dimanfaatkan untuk pengadaan air bersih sebanyak 500 truk tangki (6.000 liter/tangki).

"Kami tidak tahu tahun lalu jumlah tangki air bersih yang didistribusikan kepada warga. Sebab, tahun lalu pengadaan air bersih ditangani dinas sosial [dinsos]," ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut dia, sedikitnya 671 kepala keluarga (KK) di enam desa di Kecamatan Ngasem, Ngraho, Sumberrejo, Sukosewu, dan Temayang, mengalami kesulitan air bersih.

"Tidak semua desa melaporkan daftar jumlah warga yang kesulitan air bersih. Seperti Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, hanya melaporkan secara tertulis warga yang kesulitan air bersih di empat dusun," ucapnya.

Pihaknya juga baru saja menerima laporan melalui telepon dari pihak Desa Nglampin di Kecamatan Ngambon dan Desa Gamongan di Kecamatan Tambakrejo, yang juga meminta pasokan air bersih.

Sesuai prosedur, pihak desa dalam pengajuan permintaan air bersih tetap harus secara tertulis yang disampaikan kepada BPBD. Ia menambahkan BPBD dalam mendistribusikan air bersih dengan memanfaatkan dua truk tangki air berkapasitas masing-masing 6.000 liter dengan jumlah empat rit per hari.

"Pola pendistribusian air kita lakukan dengan cara bergilir. Desa yang sudah memperoleh pasokan dalam waktu tertentu kembali kita pasok air bersih," ucap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD M.Z. Budi Mulyono.

Sesuai pemetaan BPBD, sebanyak 10.626 KK (33.923 jiwa) di 26 desa yang tersebar di Kecamatan Temayang, Ngambon, Kasiman, Sugihwaras, Sumberrejo, Purwosari, Sukosewu, Tambakrejo, Kepohbaru, dan Ngraho, rawan mengalami kekeringan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara