Omzet Pedagang Ayam Potong Bojonegoro Turun Setelah Iduladha

ilustrasi harga daging ayam. (Solopos/Dok)
28 Agustus 2018 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Pedagang ayam potong di Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan omzet penjualan turun sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal sebagai pengaruh banyaknya peredaran daging kurban selama Hari Raya Iduladha 1439 H.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Kota, Bojonegoro, Sulipah, di Bojonegoro, Sabtu (25/8/2018), menjelaskan omzet penjualan daging ayam potong menurun sejak sehari setelah Hari Raya Iduladha.

"Turunnya omzet penjualan daging ayam potong akibat melimpahnya daging kurban di kalangan masyarakat," katanya seraya menambahkan dalam kondisi normal bisa menjual daging ayam potong rata-rata 1,5 kuintal per hari.

Hal senada disampaikan pedagang daging ayam potong lainnya Arifin di pasar setempat yang juga menyebutkan menurunnya omzet daging ayam potong terjadi sehari setelah Hari Raya Kurban.

"Saya berjualan sehari setelah Hari Raya Iduladha. Penurunan omzet penjualan daging ayam potong masih bisa tertolong dengan banyaknya masyarakat yang sekarang ini menggelar hajatan," ucapnya.

Arifin mengaku menjual daging ayam potong dalam kondisi normal di Pasar Kota, juga Pasar Sumberrejo, di Kecamatan Sumberrejo, sekitar 2,5 ton per hari.

"Perkiraan saya omzet akan kembali stabil dalam sepekan," ucap dia dibenarkan Sulipah.

Selain omzet penjualan daging ayam potong menurun, kata Arifin, harga daging ayam potong mulai hari ini turun menjadi Rp32.000/kilogram, yang yang sebelumnya Rp34.000/kilogram.

Baik Arifin juga Sulipah mengaku tidak tahu pasti penyebab turunnya harga daging ayam potong, karena naik turunnya harga daging ayam potong bergantung harga pembelian di pedagang pengepul.

"Kami hanya mengikuti. Kalau harga pengambilan daging ayam potong turun ya kita ikut menurunkan harga," ucap Arifin.

Menurut Arifin, para pedagang daging ayam potong di pasar setempat selama ini lebih senang mengambil ayam potong dari peternak dari berbagai daerah di Jawa Tengah, dibandingkan dengan peternak di Jawa Timur.

"Ayam potong peternak Jawa Timur, termasuk lokal Bojonegoro dan Tuban, tidak disukai pedagang karena ukurannya kecil," ujar Sulipah.

Meskipun harga daging ayam potong turun, di Pasar Kota juga Pasar Banjarjo, untuk harga ayam Irak naik menjadi Rp60.000/ekor, yang sebelumnya Rp55.000/ekor, termasuk harga ayam kampung juga mengalami kenaikan berkisar Rp10.000-Rp15.000/ekor.

"Kalau naik turunnya harga ayam Irak bergantung pada harga pakan," ucap Sulipah.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara