26 Kambing Etawa di Bojonegoro Mati Terpanggang

Ilustrasi api. (videoblocks.com)
25 Agustus 2018 12:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madinpos.com, BOJONEGORO --  Kebakaran melanda rumah milik Lono, 53, warga Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (23/8/2018). Sebanyak 26 ekor kambing etawa mati terpanggang dalam kebakaran Bojonegoro tersebut.

Camat Sukosewu, Bojonegoro, Mohammad Yasir, di Bojonegoro menjelaskan kejadian kebakaran rumah milik Lono terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. "Lono ada di rumah. Tapi, dia mengetahui rumahnya terbakar, dalam kondisi api sudah membesar," kata dia di Bojonegoro.

Kejadian kebakaran itu diketahui pertama kali oleh tetangga Lono, Gunadi, 52, yang mendengar suara ledakan ketika melewati samping rumah Lono.

"Api diketahui sudah membesar membakar rumah itu," ujarnya.

Sesuai keterangan pemilik rumah Lono, diperkirakan api berasal dari bediang atau perapian di kandangnya yang berisi 26 ekor kambing jenis Etawa.

"Lono tidak bisa menyelamatkan kambingnya, karena api langsung membesar membakar rumahnya. Penyebabnya di dalam kandang banyak bahan pakan kering yang mudah terbakar," kata dia.

Menurut Mohammad Yasair, api dengan cepat membakar rumah Lono, tapi kebakaran tidak menjalar ke pemukiman warga lainnya yang ada di sekitar kejadian kebakaran.

Dia menambahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dengan sejumlah personel yang datang langsung mengisolasi kebakaran agar tidak menjalar ke pemukiman warga lainnya.

"Alhamdulillah kebakaran tidak menjalar ke pemukiman warga lainnya. Tapi rumah Lono berikut isinya termasuk 26 ekor kambing Etawa hangus terbakar," katanya.

Ia memperkirakan kerugian akibat kebakaran rumah Lono mencapai Rp175 juta."Ya paling tidak harga kambing Etawa berkisar Rp3 juta-Rp4 juta per ekornya," ucapnya.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, Sukirno mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman kebakaran baik pemukiman, maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

"Selama musim kemarau kejadian kebakaran meningkat, sebab didukung bahan yang ada sekarang dalam kondisi kering, dengan cuaca yang panas ditambah angin," ujarnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara