34 Peserta Pamer Inovasi di Lomba TTG Kota Madiun

Peserta mempresentasikan hasil inovasi kepada juri lomba inovasi TTG di Kota Madiun, Kamis (23/8 - 2018). (Istimewa/Pemkot Madiun)
24 Agustus 2018 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 34 peserta mengikuti lomba inovasi teknologi tepat guna (TTG) yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Kamis (23/8/2018). Masing-masing peserta membuat inovasi berupa kreativitas TTG yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Suyoto Harjo Wiyono, mengatakan 34 peserta yang mengirimkan inovasinya merupakan pelajar dari tingkat SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum. Juara dalam kompetisi ini nantinya dikirim ke lomba serupa di tingkat nasional pada Oktober mendatang.

"Lomba TTG ini merupakan kegiatan rutin Disnaker. Kami berharap kegiatan ini bisa mewadahi dan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pemuda Kota Madiun," jelas dia kepada wartawan, Kamis.

Suyoto menuturkan jumlah peserta lomba TTG tahun ini lebih banyak dibandingkan lomba serupa tahun sebelumnya yang hanya diikuti 21 peserta. Menurutnya, itu menunjukkan lomba tersebut diminati pelajar dan masyarakat umum.

Meski demikian, dia mematok nilai tinggi dalam lomba TTG tersebut. Peserta harus menampilkan karya inovasi terbaiknya dan tentunya ada nilai manfaat bagi masyarakat.

"Peserta yang ikut kompetisi ini sebelumnya harus mengirim inovasi dalam bentuk proposal terlebih dahulu. Kami seleksi yang benar-benar bermanfaat dan menarik," jelas dia.

Dalam kompetisi TTG ini, pihaknya membagi peserta dalam kategori SMP, SMA/SMK, dan kategori mahasiswa atau umum. "Karya yang ditampilkan tidak hanya menarik dan bermanfaat. Tapi juga menyesuaikan zaman sekarang," ujar Suyoto.

Lebih lanjut, Suyoto memerinci karya dari kategori SMP yaitu kunci serbaguna dan kincir angin listrik. Untuk kategori SMA/SMK terdiri dari pompa air penyelamat limbah cair, sistem instalasi listrik by uninterruptible power supply, mesin untir-untir, alat pembuat begel atau kolong cor, bio baterai limbah buah berbasis sel volta, power helmet charger, dan evo x-1.

Sedangkan kategori mahasiswa-umum antara lain inkubator penetas telur, R&B Smart Security, alat penjemur dan pengering pakaian otomatis, biofilter penekan polusi udara, pengharum ruang dan sandal daur ulang pelepah pisang, pemanfaatan limbah air ac, monitoring kualitas udara berbasis webserver.

Selain itu ada alat pendeteksi kadar borak, sensor pendeteksi barang pada conveyor, eagle eye for mapping, smartplug for smart energy saving, kendali terminal listrik berbasis android, pembuka gerbang otomatis, robot finoid untuk monitoring kualitas air kolam, sistem kendali robot pendeteksi ranjau.

Kemudian arduino smart trash, overheating transformator protection, PLTS sebagai solusi energi baru, penjadwal kunci otomatis berbasis android, alat monitoring dan pendeteksi banjir berbasis android, airia hybrid, alat penerjemah bahasa isyarat dan suara bagi tuna rungu berbasis android, alat bantu belajar braille, dan monitoring pendeteksi jantung berbasis PC.

Dalam kompetisi ini per masing-masing kategori akan dipilih yang terbaik. Kemudian dari yang terbaik ini akan dipilih satu untuk menuju ke kompetisi nasional. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia