Panitia Kurban Kota Madiun Kesulitan Cari Jagal, Ini Akibatnya

Panitia kurban Masjid Al-Mujahidin, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, menyerahkan daging kurban kepada warga, Kamis (23/8 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
23 Agustus 2018 22:10 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Panitia kurban di Kota Madiun mengaku kesulitan mencari tukang jagal saat perayaan Iduladha. Hal ini karena minimnya tukang jagal sedangkan permintaan untuk menyembelih hewan kurban sangat banyak.

Panitia kurban yang belum mendapatkan tukang jagal hewan akhirnya menggelar penyembelihan hewan kurban pada hari kedua Iduladha atau Kamis (23/8/2018). Salah satunya yaitu di Masjid Al-Mujahidin, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Panitia kurban di Masjid Al-Mujahidin mulai menyembelih hewan kurban yang terdiri atas 12 ekor sapi dan 16 ekor kambing pada Kamis pagi.

Ketua panitia kurban Masjid Al-Mujahidin, Eko Andri Prasetyo, mengatakan pihaknya terpaksa melangsungkan penyembelihan hewan kurban pada hari kedua Iduladha atau Kamis ini.

Penyebab utamanya adalah panitia tidak mendapatkan tukang jagal yang bisa menyembelih hewan kurban di masjid yang ada di sebelah kampus Universitas PGRI Madiun itu.

Dia mengatakan pada hari H perayaan Iduladha, tim jagal telah mendapat pekerjaan di tiga masjid. Sehingga, tim jagal itu tidak bersedia menerima tawaran dari panitia Masjid Al-Mujahidin.

"Akhirnya tim jagal hewan dari Kecamatan Taman itu menyanggupi menyembelih hewan kurban di Masjid Al-Mujahidin pada Kamis ini. Tim jagal ini sudah profesional dan sudah menjadi langganan dua tahun terakhir," terang dia, Kamis siang.

Eko menuturkan tim jagal itu terdiri dari 45 orang yang memiliki tugas masing-masing, ada yang menyembelih hingga membersihkan daging. Pekerjaan ini tidak mungkin dipasrahkan kepada panitia masjid.

Untuk mendatangkan satu tim penjagal hewan ini, panitia harus mengeluarkan biaya senilai Rp6,5 juta. "Kalau biaya jagal itu sudah ditanggung oleh warga yang berkurban," ujar Eko.

Menurut dia, mencari tukang jagal yang profesional dan cepat di Madiun cukup sulit. Sehingga panitia tidak mau mencoba-coba ambil tim jagal lainnya.

Dari 12 ekor sapi dan 16 ekor kambing itu, jelas Eko, dijadikan 1.800 paket daging kurban masing-masing paket berisi 0,8 kg. Paket kurban ini dibagikan kepada masyarakat umum 850 paket. Sedangkan sisanya dibagi ke yayasan, panti asuhan, lingkungan sekitar masjid, dan warga yang berkurban.

Panitia menyediakan kupon bagi 850 warga untuk diganti dengan satu paket daging kurban. Pembagian kupon ini dilakukan pada Kamis pagi sebelum penyembelihan hewan kurban dimulai.

"Kami membuat kupon untuk mendapatkan daging kurban. Bagi warga yang tidak membawa kupon tidak akan diberi," terang dia.

Panitia kurban Masjid Al-Mujahidin lainnya, Yoyon, menyampaikan ada sejumlah warga yang tidak memiliki kupon menunggu di depan masjid. Mereka akan diberi saat ada paket daging kurban yang tersisa.

"Kami utamakan yang mendapatkan kupon. Setelah nanti sisa baru diberikan kepada mereka yang tidak mendapatkan kupon," jelas Eko.

Seorang warga, Surati, mengaku tidak memiliki kupon untuk ditukar dengan paket daging kurban. Meski demikian, nenek-nenek itu telah menunggu berjam-jam untuk mendapatkan daging kurban.

"Saya gak punya kupon. Saya cuma mau minta satu saja," ujar warga Klegen ini. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya