Jemaah Syattariyah Magetan Salat Iduladha Kamis Pagi

Jemaah Syattariyah di Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, mengikuti salat Iduladha di masjid setempat, Kamis (23/8 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
23 Agustus 2018 12:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Puluhan anggota jemaah Syattariyah di Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, melaksanakan ibadah Salat Iduladha pada Kamis (23/8/2018) pagi.

Puluhan umat Islam baik laki-laki maupun perempuan khidmat saat mendengarkan khotbah salat Iduladha di Masjid Nurul Huda, Desa Pingkuk.

Usai melaksanakan salat Iduladha sekitar pukul 07.10 WIB, umat Islam Syatoriyah tersebut kemudian melantunkan zikir sambil bersalaman antarwarga. Penganut ajaran Syattariyah yang telah membawa makanan kemudian memakannya bersama-sama sebagai bentuk rasa syukur.

Jemaah Tarekat Syattariyah ini tidak langsung pulang, terapi terlebih dahulu menyembelih hewan kurban. Di masjid tersebut ada sepuluh ekor kambing dikurbankan pada perayaan Iduladha tahun ini.

Pemimpin Tarekat Syattariyah Desa Pingkuk, Imam Mahdi, mengatakan perayaan Iduladha Tarekat Shattariyah memang berbeda dengan hari perayaan Iduladha dari pemerintah yang ditetapkan Rabu (22/8/2018). Jemaah Syattariyah baru melaksanakan salat Id pada Kamis ini.

Dia menuturkan melalui hitungan hisab takwim khamsiah yaitu mengambil huruf tahun dan dijumlahkan huruf bulan. Sehingga ditetapkan awal bulan Dzulhijah yaitu jatuh pada Selasa Legi atau tanggal 14 Agustus 2018.

"Sebelum merayakan Hari Raya Iduladha, kami terlebih dahulu puasa dua hari yaitu Tarwiyah dan Arafah di tanggal 8 dan 9 Dzulhijah," kata dia saat ditemui Madiunpos.com seusai memimpin Salat Iduladha.

Imam menuturkan meski berbeda dari tanggal Iduladha versi pemerintah, jemaah Syattariyah bisa khidmat mengikuti salat Iduladha dengan aman. Dia berharap perbedaan waktu perayaan tidak menimbulkan konflik di masyarakat.

"Tadi saat khotbah, saya menyampaikan soal hakikat berkurban. Saya juga berbicara persatuan dan kesatuan, hingga kerukunan umat beragama," jelas dia.

Tahun ini, jemaah Syattariyah Desa Pingkuk berkurban sepuluh ekor kambing. Daging kurban diberikan kepada warga duafa di desa tersebut.

"Masjid ini kemarin juga digunakan Salat Iduladha. Hari ini berarti yang kedua. Tadi malam kami tidak menggelar takbir keliling," ujar dia.

Seorang pengikut Tarekat Syattariyah, Kansir, mengatakan ajaran Syattariyah ini sudah turun temurun di Desa Pingkuk. Warga merayakan hari besar Iduladha secara bersama-sama pada Kamis ini.

"Perayaannya berbeda dari pemerintah. Karena di Syattariyah ada cara penghitungannya sendiri," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia