Maidi-Inda Raya Sinkronkan Janji Kampanye dengan Program Pemkot Madiun

Pasangan wali kota dan wakil wali kota Madiun terpilih, Maidi-Inda Raya memberikan keterangan kepada wartawan di gedung DPRD setempat, Selasa (21/8 - 2018) siang. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
22 Agustus 2018 08:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Wali Kota Madiun terpilih, Maidi, segera melakukan koordinasi dengan seluruh SKPD terkait transisi kepemimpinan di Pemkot Madiun.

Salah satu yang akan dibahas adalah soal sinkronisasi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dengan visi misi Maidi-Inda Raya sebagai wali kota dan wakil wali kota.

Hal itu disampaikan Maidi kepada wartawan seusai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Pengumuman Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun terpilih periode 2019-2024 di gedung DPRD setempat, Selasa (21/8/2018) siang.

Maidi menuturkan janji-janji kampanye yang telah disampaikan akan disinkronkan dengan program-program yang telah direncanakan pemerintahan sekarang pada satu tahun mendatang. Apalagi, saat ini proses pembahasan APBD Perubahan 2018 sudah selesai.

Mantan Sekda Kota Madiun itu juga menuturkan pihaknya akan fokus pada optimalisasi pendapatan asli daerah. Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sumber-sumber PAD yang selama ini kurang optimal. Namun, dengan catatan tidak membebani masyarakat.

"Kita optimalkan PAD. Kita akan evaluasi bagaimana PAD kita bisa naik. Tetapi tidak memberatkan masyarakat. Ini supaya pengangguran bisa teratasi dan kesejahteraan masyarakat meningkat," jelas dia.

Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, menyampaikan pengumuman pasangan calin wali kota dan wakil wali kota dalam rapat paripurna ini sudah sesuai mekanisme yang mengatur.

Di Kota Madiun, pengumuman wali kota dan wakil wali kota terpilih cukup lama karena KPU Kota Madiun harus menyelesaikan persoalan gugatan di Mahkamah Konstitusi.

Dia menuturkan pelantikan Maidi-Inda Raya sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih akan dilaksanakan pada Juni 2019. "Masa jabatan wali kota yang sekarang kan habis April 2019. Sedangkan pelantikan wali kota baru pada Juni 2019, ada selisih beberapa bulan. Aturannya seperti itu," terang dia.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto, mengatakan Maidi merupakan mantan Sekda Kota Madiun sehingga tidak terlalu kebingungan mengenai program yang akan dilaksanakan.

Apalagi, sebelum mengundurkan diri dari sekda, Maidi juga ikut terlibat dalam pembahasan Musrenbang kota.

"Saya kira ga masalah. Karena Pak Maidi sebelum mengundurkan diri juga terlibat dalam musrenbang. Apa yang menjadi visi misinya itu akan dilaksanakan dengan orientasi tetap untuk kesejahteraan masyarakat," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya