PTPN XI Turunkan Target Produksi Gula Jadi 347.000 Ton

Gula pasir. (deccanherald.com)
21 Agustus 2018 22:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Target produksi gula pada musim giling tahun 2018 ini diturunkan menjadi 347.000 ton dari rencana semula sekitar 410.383 ton. Meski terdapat koreksi target, tetapi proyeksi produksi gula tersebut tetap meningkat 35.000 ton dari tahun lalu sekitar 312.000 ton.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putra, mengatakan koreksi target tersebut dilakukan karena kondisi penurunan produksi tanaman tebu di lahan perkebunan.

“Meski terjadi penurunan produksi tanaman akibat tebu berbunga dan mulai bergesernya areal tebu ke komoditas tanaman pangan lain, tapi rendemen kita tahun ini meningkat minimal 0,5 poin dibandingkan tahun lalu,” jelasnya kepada Bisnis/JIBI, Senin (20/8/2018).

Dia mengatakan pada tahun lalu, per Agustus posisi rendemen gula PTPN XI yakni sekitar 6,64%. Tahun ini, pada periode yang sama, terjadi peningkatan rendemen yakni menjadi 7,21%.

“Hingga saat ini proses giling tebu sudah mencapai sekitar 48% atau sekitar 2,2 juta ton tebu dari total sasaran giling 4,6 juta ton tahun ini, dengan produksi gula 182.000 ton,” katanya.

Gede menambahkan proses giling tebu tahun ini diperkirakan akan rampung sampai awal November 2018. Menurutnya, jadwal giling tersebut sudah sesuai dengan yang direncanakan.

Direktur Operasional PTPN XI, Daniyanto menambahkan sebagai salah satu upaya untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku tebu, perseroan menargetkan untuk memperluas lahan tebu.

“Misalnya untuk pabrik gula di wilayah barat, agar pasokan bahan baku tetap ada, kita targetkan menambah lahan tanam 1.000 ha/tahun,” katanya.

Dia menambahkan saat ini perseroan telah memiliki unit strategis untuk pengembangan area, termasuk mulai menerapkan teknologi Surface Drip Irrigation dan lebung guna memenuhi kebutuhan air bagi lahan tebu yang kekeringan.

“Sekarang ini terjadi pergeseran lahan tebu yang basah ke lahan kering, otomatis manajemen air jadi kuncinya. Surface Drip Irrigation ini sudah diuji coba tahun lalu, dan tahun ini mulai diaplikasikan untuk daerah yang marginal air, di samping perbanyakan lebung air,” imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya