Pasokan Air untuk Warga Babadan Ngawi Mandek, Ini Dampaknya

Ilustrasi sawah kering saat musim kemarau. (Bisnis/Rahmatullah)
20 Agustus 2018 22:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Pasokan air bersih dari sumber air untuk warga di Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berhenti sepekan terakhir. Akibatnya, warga Babadan Ngawi kekurangan air di musim kemarau tahun 2018 ini.

Salah seorang warga Babadan Ngawi, Sulastri, Sabtu (18/8/2018), mengatakan selama ini pasokan air bersih di desanya didapatkan dari sumur maupun Pam Swadaya yang dibangun oleh Pemkab Ngawi.

"Namun, sejak sepekan ini sumur pompa utama tidak berfungsi. Entah rusak atau sebab lain, sehingga Pam Swadaya yang disediakan pemkab mati," ujar Sulastri.

Untuk memenuhi kebutuhan air, ungkap dia, warga terpaksa mengambil air bersih dari sumur pompa untuk pengairan sawah. Dengan membawa galon dan jeriken, warga Desa Babadan antre mendapatkaan air yang digunakan untuk minum, memasak, dan mandi.

"Sudah sepekan ini warga antre air ke sawah. Kalau tidak antre, maka tidak dapat air. Di rumah sumur sudah kering," kata dia.

Warga lainnya Jaryono mengatakan terdapat tiga dusun di desa setempat terdampak krisis air bersih. Jumlahnya warganya mencapai seratusan keluarga.

"Di antaranya adalah Dusun Loran, Tengahan, dan Gerung. Sudah lebih dari sepekan ini kesulitan air bersih," kata dia.

Guna mengatasi bencana kekeringan tersebut, warga berharap Pemkab Ngawi segera memberikan bantuan air bersih ke desanya.

Selain itu, warga juga berharap ada bantuan teknis guna memperbaiki sumur pompa dalam utama, sehingga program pengairan Pam Swadaya bisa berfungsi kembali.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara