Warga Madiun Dilarang Pakai Kresek untuk Bungkus Daging Kurban

ilustrasi daging kurban. (antarafoto)
20 Agustus 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Madiun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan plastik kresek untuk membungkus daging hewan kurban. Kandungan dalam kantung kresek dinilai tidak sehat dan tidak baik untuk membungkus daging.

Imbauan ini muncul karena kebiasaan masyarakat di Madiun menggunakan kantung kresek untuk tempat daging kurban saat Iduladha. 

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan, Estu Dwi Waluyani, mengatakan panitia penyembelih kurban diimbau untuk tidak menggunakan kantung kresek sebagai bungkus daging kurban.

Alasannya, kantung kresek ini dibuat dari hasil daur ulang plastik sehingga tidak sehat apabila langsung digunakan sebagai wadah daging.

"Kantung kresek ini merupakan plastik hasil daur ulang dari berbagai macam plastik dengan proses yang tidak higienis," kata dia, Senin (20/8/2018).

Estu menuturkan plastik daur ulang masuk dalam kategori non-food grade atau tidak memenuhi syarat sebagai pembungkus makanan. Kantung kresek yang dibuat dari hasil daur ulang kemungkinan mengandung logam berat, mikroba, dan kandungan kimia berbahaya yang bisa menempel pada makanan.

"Penggunaan kantung kresek sebagai bungkus daging kurban ini bisa menyebabkan daging menjadi bau," jelas dia.

Estu menyarankan warga maupun panitia kurban mengemas daging kurban menggunakan plastik makanan dan plastik bening yang masuk dalam kategori food grade. Setelah masuk di plastik jenis ini baru bisa dimasukkan ke kantung kresek. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia