Sekeluarga Asal Surabaya Berkomplot Mencuri di Ngawi Tapi Gagal

Ilustrasi pencurian. (Solopos/Whisnu Paksa)
20 Agustus 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Sekeluarga asal Surabaya yang diduga komplotan pencuri toko lintas kota menjadi target aparat Satreskrim Polres Ngawi. Satu anggota keluarga tersebut berhasil dibekuk saat kabur setelah melakukan percobaan pencurian di toko Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, mengatakan keluarga yang melakukan percobaan pencurian itu terdiri atas ayah, ibu, dan kedua anak mereka.

Namun, hanya satu orang yang berhasil ditangkap polisi yaitu kepala rumah tangga keluarga itu bernama Arief Effendy, 62, warga Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Sedangkan dua anak dan istri Arief Effendy berhasil melarikan diri.

Hasil penyidikan polisi menyebutkan keluarga tersebut sudah berkali-kali melakukan tindak pidana pencurian. Target mereka yaitu toko.

Untuk lokasi pencurian di Ngawi, keluarga tersebut sudah tiga kali mencuri dengan hasil lebih dari Rp20 juta. Komplotan itu juga berhasil mencuri HP senilai Rp6 juta di sebuah toko baju di Yogyakarta, mencuri uang senilai Rp2 juta di Semarang, dan menggondol dua unit laptop di toko di Surabaya.

"Tersangka yang berhasil ditangkap ini merupakan resividis dalam kasus yang sama. Tersangka Arief ini pernah dipenjara dua kali di Lapas Surabaya dan Lapas Nganjuk sekali," jelas Eko saat dihubungi Madiunpos.com, Senin (20/8/2018).

Penangkapan keluarga pencuri ini bermula saat satu keluarga ini hendak mencuri di toko Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Jumat (17/8/2018) siang. Saat itu, pemilik toko, Emma mendatangi tokonya karena ada pembeli. Emma kemudian melihat ada empat orang mencurigakan berada di sekitar toko.

Lantaran curiga dengan gerak-gerik empat orang itu. "Emma kemudian menanyai empat orang itu. Bukannya dijawab, justru empat orang ini panik dan langsung masuk mobil untuk kabur," terang dia.

Emma kemudian berteriak meminta tolong dan maling hingga membuat warga bergerombol dan mengadang laju mobil itu. Warga menghantam kaca mobil dan tutup spion hingga pecah.

Atas laporan dari korban, tim Satreskrim Polres Ngawi kemudian mengejar mobil pelaku hingga akhirnya tertangkap di Dusun Patokan, Desa Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Namun, ternyata di dalam mobil itu hanya ada Arief, sedangkan anak dan istrinya sudah kabur terlebih dahulu.

"Tersangka kemudian ditahan di rumah tahanan Polres Ngawi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan melakukan penyidikan lebih lanjut," jelas Eko. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya