Metana Menyembur di Ngawi Bikin Warga Penasaran

Warga memasak menggunakan metana di Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Ngawi, Rabu (8/8 - 2018). (Istimewa/Polres Ngawi)
18 Agustus 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Semburan gas berupa metana di Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, masih terus terjadi dua pekan terakhir. Metana muncul dari sumur warga Pangkur sejak Minggu (5/8/2018).

Metana adalah  gas tanpa warna dan tanpa bau, yang dapat meledak jika dicampur dengan udara, sifatnya lebih ringan daripada udara.

Kepala Desa Waruk Tengah, Suyanto, mengatakan semburan metana dari sumur warga  bernama Muhajir hingga saat ini masih terjadi. Semburan metana yang keluar stabil.

Sejak kemunculannya dua pekan lalu, pemilik sumur sudah memanfaatkan semburan gas itu untuk memasak. Karena gas yang keluar tidak terlalu besar, sehingga gas tersebut aman untuk dimanfaatkan untuk memasak.

"Saat ini hanya ada satu titik semburan gas di rumah Muhajir. Tidak merembet ke mana-mana. Kalau tahun lalu semburan gas juga terjadi di 200 meter dari titik lokasi ini. Tapi sekarang semburan gas itu tidak muncul," jelas dia saat dihubungi Madiunpos.com, Sabtu (18/8/2018).

Yanto menjelaskan fenomena alam itu sempat membuat geger masyarakat setempat. Banyak orang datang ke rumah Muhajir untuk melihat dan membuktikan semburan metana itu.

Namun, setelah dua pekan berselang, sudah tidak ada warga yang datang untuk melihat semburan gas itu. Warga setempat juga tidak takut dengan munculnya gas alam ini. Menurut Yanto, warga sudah terbiasa dengan fenomena ini.

"Ini sudah muncul sejak 2012 lalu. Semburan gas ini muncul saat musim kemarau. Nanti kalau musim hujan berhenti sendiri," jelas dia.

Pemanfaatan semburan gas, sejauh ini hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak pemilik sumur. Hal itu karena semburan gas terlalu kecil sehingga sulit untuk disalurkan ke warga lainnya.

Pemerintah kabupaten sudah mendatangi dan memeriksa kondisi gas tersebut. Pemerintah menjelaskan metana yang keluar tidak berbahaya, namun warga harus tetap waspada dengan kondisi tersebut.

"Aman, cuma warga memang harus waspada. Gas tersebut disalurkan di luar rumah supaya tidak berbahaya," ungkap dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia