Puncak Lawu Terbakar, Pendaki Berlarian Turun Gunung

Para pendaki masuk jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu yang sebelumnya ditutup karena ada kebakaran di puncak gunung, Jumat (17/8 - 2018). (Istimewa)
17 Agustus 2018 12:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- Ratusan pendaki Gunung Lawu via Cemoro Sewu, Magetan, terpaksa turun karena ada kebakaran di puncak Gunung Lawu, Jumat (17/8/2018). Jalur pendakian via Cemoro Sewu juga sempat ditutup karena kebakaran hutan di puncak gunung ini.

Pada malam peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia pada Kamis (16/8/2018), seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak Gunung Lawu menjadi jujukan pendaki yang ingin memperingati hari kemerdekaan di puncak gunung. Namun, aktivitas pendakian sempat ditunda karena kebakaran ini.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan petugas yang siaga di pos Cemoro Sewu mendapatkan informasi soal kebakaran dari pendaki yang turun. Titik kebakaran terjadi di pos 4 dan pos 5 atau mendekati puncak Gunung Lawu.

"Kami mendapatkan informasi itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Titik kebakarannya mendekati puncak. Apinya cukup besar," ujar Fery saat dihubungi Madiunpos.com, Jumat pagi.

Dia menuturkan jumlah pendaki pada saat hari kemerdekaan memang cukup banyak. Tercatat ada sekitar 1.300 orang pendaki Gunung Lawu pada Kamis. Saat kebakaran ini terjadi, sebagian pendaki langsung turun. Sedangkan yang lain masih bertahan di pos 3 untuk memantau kondisi kebakaran.

Jalur pendakian via Cemoro Sewu juga sempat ditutup akibat peristiwa ini. Namun, pada pukul 07.00 WIB jalur pendakian sudah dibuka lagi. Para pendaki yang sebelumnya menunggu di pos bawah sudah diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

"Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan. Sehingg jalur pendakian sudah dibuka lagi pukul 07.00 WIB tadi," jelas Fery.

Dia menduga kebakaran itu muncul karena ada pendaki yang membuat perapian di lokasi kebakaran. Tetapi perapian itu belum dipadamkan secara sempurna dan sudah ditinggal pergi. Api yang tersisa di perapian itu kemudian membakar ilalang yang kering.

"Tadi malam suhu di Lawu sangat dingin. Kemungkinan ada yang membuat perapian. Kemudian tidak sadar api belum padam dan sudah ditinggal," jelas dia.

Tokopedia