Warga Kediri Donorkan Darah untuk Bantu Korban Gempa Lombok

Aksi pendonoran darah (Bisnis/Dwi Prasetya)
17 Agustus 2018 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI --  Masyarakat Kota Kediri diharapkan bersedia mendonorkan darah sebagai upaya membantu orang lain yang membutuhkan bantuan darah, terutama untuk warga yang terkena gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Bapak/ibu bisa mendukung dan membantu dalam bulan dana [PMI]. Jadi bapak/ibu bukan hanya menyumbang darah saja, namun juga lembaran uang Rp2.000," kata Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah,saat hadir dalam acara donor darah insan perbankan di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/8/2018).

Dia sangat mengapresiasi warga yang ikut mendonorkan darah. Selain ada misi sosial, bisa memberikan bantuan darah pada yang membutuhkan. Kegiatan pendonoran darah juga bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat.

"Saya mengucapkan terima kasih atas atensi dari pendonor yang saat ini terdiri dari insan perbankan yang sudah berpartisipasi aktif dalam mendonorkan darahnya bagi PMI Kota Kediri dan nantinya stok darah yang terkumpul akan disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus PMI Kota Kediri, Abdul Gani Murdiantoko, menambahkan kegiatan donor darah ini diikuti ratusan orang yang merupakan anggota perbankan di Kediri. Mereka bersedia melakukan donor darah, yang tentunya sangat membantu untuk ketersediaan stok darah di PMI.

Diaa menambahkan nantinya kantong-kantong darah yang tersedia di PMI Kota Kediri juga dikirimkan untuk membantu korban bencana gempa bumi yang ada di NTB. Bahkan, kata dia, setiap dua hari sekali dilakukan pengiriman kantong darah, untuk membantu warga yang membutuhkan.

"Jadi kegiatan semacam ini sangat membantu. Setiap dua hari sekali PMI Kota Kediri mengirimkan 100 kantong darah ke NTB untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi," katanya.

Dalam kegiatan donor darah itu, setiap peserta akan diperiksa kesehatannya. Jika kondisinya baik, yang bersangkutan akan diizinkan untuk donor darah, namun jika dalam kondisi kurang sehat, tidak diizinkan.

Setiap darah yang diambil, akan diperiksa kesehatannya. Jika darah yang diambil itu mengandung penyakit berbahaya, darah tersebut akan dimusnahkan.

Petugas juga akan memberikan informasi terkait dengan darah itu ke orang yang mendonorkan, sehingga yang bersangkutan bisa lekas berobat.

Beberapa penyakit yang membuat darah tidak bisa didonorkan pada orang lain antara lain HIV AIDS, virus raja singa (sifilis), Hepatitis C dan Hepatitis B.

Dalam acara tersebut, hadir Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Djoko Raharto, Sekretaris Pengurus PMI Kota Kediri Abdul Gani Murdiantoko, Kepala Unit Tranfusi Darah PMI Kota Kediri dr. Ira Widiastuti, dan ratusan warga yang ikut donor darah.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara