Turis Asing Berlomba Balap Kelereng dan Nyunggi Tampah di Madiun

Dua turis asing yang berwisata di Desa Gunungsari, Kecamatan/KabupatenMadiun, mengikuti lomba balap bakiak untuk memeriahkan HUT RI ke-73, Rabu (15/8 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
16 Agustus 2018 12:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia biasanya dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, misalnya perlombaan, panggung gembira, jalan sehat, hingga tirakatan.

Warga Kabupaten Madiun, tepatnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, juga menggelar berbagai perlombaan untuk menyemarakkan tujuhbelasan. Tak cuma warga setempat yang ikut serta, sejumlah turis asing dari Eropa dan Asia juga turut berlomba di Gunungsari.

Pada Rabu (15/8/2018) sore, enam turis asing mengenakan kaus dan jarit batik serta blangkon dikelilingi warga di Desa Gunungsari.  Bule asal Spanyol, Prancis, Arab Saudi, Jerman, itu menantang warga Indonesia untuk berlomba.

Panitia dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gunungsari telah mempersiapkan beberapa perlombaan seperti lomba balap bakiak, lomba balap kelereng, lomba makan kerupuk, lomba menggiring balon pakai terong, dan lomba menyunggi tampah.

Bule-bule itu terlihat sangat menikmati satu per satu permainan yang digelar panitia. Seperti di perlombaan balap kelereng, mereka harus beradu keseimbangan supaya kelereng yang dibawa pakai sendok dan digigit di mulut itu tidak jatuh saat berjalan menuju garis finis. Ada yang berkali-kali mencoba tapi gagal karena kelereng yang ditaruh di sendok selalu jatuh.

Saat lomba lari dengan menyunggi tampah, para bule ini juga terlihat antusias. Tawa mereka selalu mengembang bahkan terbahak-bahak saat melihat tampah mereka jatuh karena kurang keseimbangan.

Apalagi saat lomba bakiak, para bule ini harus bekerja sama dengan warga lokal untuk mengenakan bakiak dari garis start sampai finis. Teriakan penonton dan tawa para bule ini membuat desa yang dikembangkan sebagai desa wisata budaya dan alam ini semakin ceria sore itu.

Ketua Pokdarwis Gunungsari, Bernadi SD, mengatakan ada enam bule yang ikut dalam perlombaan khas Agustusan ini. Para turis asing ini sengaja datang ke Desa Gunungsari untuk berwisata menikmati keindahan alam dan budaya di Madiun.

"Mereka sudah sepekan ini berada di Desa Gunungsari. Mereka berwisata dan menikmati keindahan alam dan tradisi unik di sini," jelas dia kepada wartawan.

Bernadi menuturkan perlombaan Agustusan ini sengaja digelar untuk memberikan suguhan berbeda bagi para wisatawan asing itu. Sehingga mereka bisa secara langsung menikmati dan berbaur dengan masyarakat setempat melalui kegiatan perlombaan itu.

"Mereka terlihat menikmati permainan yang digelar ini. Mereka harus berjuang saat melawan tuan rumah. Tadi warga lokal menang lomba balap kelereng," kata dia.

Menurut Bernadi, kegiatan ini digelar khusus untuk dalam rangka perayaan HUT RI dan sebagai branding Desa Gunungsari sebagai desa wisata budaya.

"Mereka ini sudah seminggu di sini. Mereka tinggal di lingkungan masyarakat. Menikmati tradisi yang ada di Desa Gunungsari," jelas dia.

Salah satu turis asing yang ikut lomba Agustusan, Endrow, mengatakan sangat senang dan menikmati permainan yang sudah dirancang panitia. Warga negara Spanyol itu mengatakan ada beberapa permainan yang hampir mirip di negaranya.

"Ada beberapa permainan yang mirip di sana [Spanyol]. Biasanya dimainkan saat musim panas," kata pria yang datang bersama kekasihnya, Alba.

Meski penuh peluh, Endrow mengaku antusias dan tertatik dengan permainan-permainan itu.

"Sangat menarik sekali," ucapnya dalam Bahasa Inggris. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia