Jasad Pemuda Ngawi yang Terjun ke Bengawan Solo Ditemukan

Tim gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jasad pemuda di Ngawi yang nekat terjun di Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Rabu (15/8 - 2018) malam. (Madiunpos.com/Istimewa)
16 Agustus 2018 10:10 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Jasad pemuda yang melakukan bunuh diri di Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, akhirnya ditemukan, Rabu (15/8/2018) malam. Jasad pemuda bernama Edi Trianto ini ditemukan setelah dua hari dilakukan pencarian.

"Jasad Edi Trianto sudah ditemukan Rabu malam sekitar pukul 19.40 WIB," kata Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, saat dihubungi Madiunpos.com, Kamis (16/8/2018).

Eko menuturkan tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, serta warga setempat melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Pemuda berusia 24 tahun itu melakukan aksi bunuh diri dengan terjun ke sungai pada Selasa (14/8/2018) siang.

Pencarian terus dilakukan, pada hari pertama pencarian tidak membuahkan hasil. Tim gabungan melakukan pencarian lagi pada hari kedua dan berhasil membuahkan hasil. Jasad pemuda asal Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, itu ditemukan tidak jauh dari lokasi awal.

"Setelah jasad diangkat ke permukaan. Langsung dibawa ke RSUD Dr. Soeroto Ngawi untuk dilakukan autopsi," ujar Eko.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda asal Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Bengawan Solo di Desa Planglor, Kecamatan Kedunggalar, Selasa siang.

Kasubbag Humas Polres Ngawi menceritakan Edi Trianto yang mengalami stres berat sejak dua tahun terakhir meninggalkan rumah tanpa pamit pada Selasa sekitar pukul 11.00 WIB. Langkah Edi yang keluar rumah pun dibuntuti ibu kandungnya, Pariyem, 60, dengan mengendarai sepeda motor.

Pemuda itu pun dibujuk ibunya berkali-kali untuk pulang ke rumah. Namun, Edi terus berjalan hingga menuju aliran Sungai Bengawan Solo di Dusun Planggarem, Desa Planglor. Sesampainya di pinggir sungai, Edi melepas jaket dan meninggalkan dompet di pinggir sungai lalu terjun ke sungai.

"Saat itu, ibunya terus berteriak dan meminta Edi untuk naik ke atas dan kembali ke rumah," kata dia.

Bukannya menurut untuk ke pinggir sungai, kata Eko, justru Edi berenang semakin jauh ke arah utara hingga 25 meter dari titik awal. Setelah itu, pemuda itu tidak muncul ke permukaan lagi dan menghilang. Saat terjun ke sungai itu, Edi masih mengenakan kaus, celana jeans, dan sepatu.

Tokopedia