Songkok Bikinan UMKM Gresik Semarakkan Asian Games 2018

Menpora Imam Nahwari mengenakan songkok Asian Games 2018 buatan UMKM Gresik. (Antara)
16 Agustus 2018 04:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, GRESIK -- Songkok atau kopiah buatan pengrajin di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Ahmad Toni, urut memeriahkan perhelatan akbar olahraga tingkat Asia, Asian Games 2018, yang digelar di Jakarta dan Palembang.

Toni, panggilan akrab Ahmad Toni, sehari-hari berwirausaha membuat kopiah atau songkok di Jl. K.H. Abdul Karim Gang 14, Kabupaten Gresik. Dia berkreasi memberikan  warna dan logo bergambar Asian Games 2018 pada songkok yang diproduksinya.

Dengan produk "berbau" Asian Games tersebut Toni mampu mendongkrak produksi songkok dari biasanya 40 kodi per tiga bulan menjadi 70 kodi dalam tiga bulan terakhir. Karyanya langsung dipesan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan telah dikirim ke Jakarta.

"Pak Nahrawi [Menpora Imam Nahrawi]  telah memesan sebanyak 510 biji songkok berlogo Asian Games 2018, dan sudah saya kirimkan sebelum tanggal 10 Agustus 2018 kemarin," kata Toni ditemui di Gresik, baru-baru ini.

Toni menceritakan awal pembuatan songkok berlogo Asian Games 2018 berasal ketika dirinya bertemu dengan Imam Nahrawi (Menpora) pada suatu acara, dan saat itu hanya menawarkan songkok berlogo Nahdlatul Ulama (NU).

"Kebetulan Mas Imam adalah senior saya di kampus, dan saat itu kami hanya menawari membuat songkok berlogo NU," tutur Toni.

Kemudian, muncul ide membuat logo Asian Games 2018 yang juga ditawarkan ke Menpora, dan dari ide itu Menpora awalnya hanya memesan 100 songkok, dan bertambah menjadi 510 songkok untuk dibagikan ke sebagian peserta Asian Games 2018.

Pesanan itu, kata dia, sudah dikirimkan semua ke Jakarta, dan dirinya siap menerima pesanan kembali apabila dirasa kurang bagi peserta dan ofisial olahraga yang kini diikuti sekitar 11.000 atlet serta ofisial tersebut.

Toni mengaku bangga, karena karya yang dibuat dari gang kecil seukuran lebar badan mobil di wilayah Gresik itu telah dikenal di Asia melalui momen olahraga yang diikuti sebanyak 45 negara.

"Saya harap dari acara Asian Games 2018 ini produksi songkok asli Gresik bisa terkenal dan mendunia, dan ke depannya bisa lebih banyak lagi pesanan dari berbagai kalangan," katanya.

Songkok yang dibuat Toni cukup sederhana, dan tidak mengubah bentuk aslinya yang berwarna hitam, namun hanya menambah logo serta tulisan Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang di sudut kiri.

Toni mengaku pada hari biasa mampu memproduksi sekitar 1.000 songkok per tiga bulan, dan dikerjakan dengan 2 orang pegawai, namun karena adanya momen Asian Games 2018 dirinya menambah lagi dua pegawai, hingga menjadi empat pegawai.

Kabupaten Gresik selama ini memang dikenal dengan songkoknya yang diproduksi dari Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) wilayah setempat, bahkan pembuatan songkok di wilayah itu merupakan usaha turun menurun.

Toni pun mengakui produknya yang berlabel Roda Mas dengan harga Rp65 ribu itu merupakan usaha yang dirintis oleh orang tuanya, sejak tahun 2008.

Selain Toni, beberapa produk songkok yang juga terkenal dari Gresik adalah berlabel Awing yang berasal dari UMKM di Kelurahan Blandongan.

Berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Gresik, total jumlah UMKM di wilayah itu mencapai 181.000 UMKM, dan tersebar di 18 kecamatan dengan sentra UMKM mencapai 141 sentra.

Sentra tersebut, di antaranya berupa sentra sarung tenun, sentra kerupuk, sentra songkok, sentra kerajinan pelepah pisang, sentra kerajinan anyaman rotan dan lainnya.

Wakil Bupati Gresik, M Qosim mengaku, jajarannya juga selalu mendorong promosi produk UMKM di wilayah itu dengan berbagai cara, salah satunya dengan pagelaran Pasar Rakyat setiap tahun.

"Kegiatan itu kami laksanakan secara periodik. Agar para pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mempromosikan produk-produknya kepada masyarakat," katanya.

Selain itu, pemkab setempat juga membantu mematenkan beberapa produk yang dimiliki pelaku UMKM, supaya mampu bersaing di pasar global.

Bantuan itu, sebagai tahap awal untuk memotivasi pelaku UMKM agar merasa sertifikat paten ini sebagai kebutuhan utama.

"Kalau para pelaku UMKM Gresik ingin maju, dikenal dan mampu bersaing di pasar global, mereka harus punya merek yang dipatenkan, dan hak paten itu untuk menjangkau pemasaran yang lebih luas, khususnya orientasi ekspor," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara