9 Calhaj Jatim Wafat dan Dimakamkan di Tanah Suci

Ilustrasi calon haji. (Solopos/Nicolous Irawan)
14 Agustus 2018 16:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA --  Sebanyak sembilan calon haji (calhaj) asal Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia di Tanah Suci Mekah. Data tersebut dihimpun hingga hari ke- 29 sejak kedatangaan jemaah calon haji asal Embarkasi Surabaya di Tanah Suci.

"Data terbaru dari sistem komputerisasi haji terpadu atau Siskohat, ada lima orang calhaj asal Jatim yang baru saja meninggal dunia selama sepekan terakhir," kata Kepala Seksi Sistem Informasi Haji pada Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jatim Sutarno kepada wartawan di Surabaya, Senin (13/8/2018).

Calhaj Jatim yang wafat di Tanah Suci adalah Mat Khaer Iskak Bin Iskak, 76, yang dilaporkan meninggal dunia pada hari Sabtu (11/8/2018). Kakek asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 39 itu dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit circulatory diseases.

Selain itu, Rohmat Abdul Latif, 62, dilaporkan meninggal dunia pada hari Kamis (9/8/2018). Calon haji yang tergabung dalam Kloter 54, asal Ringin Rejo, Kabupaten Kediri, itu meninggal dunia karena penyakit cardiovascular.

Pada hari yang sama, Kamis, 9 Agustus 2018, Sarun Karim Bakri, 52, juga dilaporkan meninggal dunia. Warga Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, yang tergabung dalam kloter 8 itu meninggal dunia karena penyakit jantung yang dideritanya.

Sedangkan Murti Wiji Tajid, 82, dilaporkan meninggal dunia pada sehari sebelumnya, Rabu (8/8/2018). Warga Desa Gendong, Kecamatan Laren Laren, Kabupaten Lamongan, yang tergabung dalam Kloter 47 ini meninggal dunia akibat penyakit cardiovascular.

Kanwil Kemenag Jatim pada pekan lalu juga telah merilis lima calhaj yang meninggal dunia di Tanah Suci dalam kurun waktu Juli hingga awal Agustus 2018.

Mereka adalah Mium Usup, 64, yang tergabung dalam kloter 35, tercatat meninggal dunia pada hari Minggu (5/8/2018). Calon haji asal Desa Gadung Ngompro, Kecamatan Pangkur, Ngawi, ini diinformasikan meninggal dunia karena penyakit cardiovascular.

Selain itu Masriah Sejadi, 59, yang tergabung dalam Kloter 46, tercatat meninggal dunia pada hari Sabtu, 4 Agustus. Perempuan asal Singegeneng, Kecamatan Sekaran, Lamongan, ini juga diinformasikan meninggal dunia karena penyakit cardiovascular.

Sedangkan tiga calhaj asal Jawa Timur lainnya tercatat meninggal dunia bulan Juli lalu. Masing-masing adalah Sanusi Musthofa Khafid, asal Jember, yang tergabung dalam kloter 6. Kakek berusia 73 tahun itu diinformasikan meninggal dunia pada 25 Juli karena penyakit respiratory.

Selain itu Sholeh Abu, usia 74 tahun, yang meninggal pada 27 Juli, serta Rasnam Ponidjan, 64, meninggal pada 29 Juli, keduanya tergabung dalam kloter 23 asal Malang, sama-sama dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit cardiovascular.

"Dengan begitu hingga hari ini totalnya ada sembilan calhaj asal Jatim yang meninggal dunia di Tanah Suci. Semua jenazahnya tidak dipulangkan ke Tanah Air, melainkan langsung dikebumikan di Tanah Suci," ucap Sutarno. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara