Stok Hewan Kurban Iduladha 2018 di Tulungagung Berlebih

Sapi (Solopos/Dok)
13 Agustus 2018 22:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Stok atau ketersediaan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan lokal di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, selama perayaan Iduladha 2018 mendatang mencukupi bahkan berlebih.

"Cukup, sangat cukup. Saya kira tidak perlu mendatangkan hewan kurban dari daerah luar, apalagi impor," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung Mulyanto di Tulungagung, Minggu (12/8/2018).

Dia menambahkan populasi hewan ternak sapi yang tersebar di wilayah Kabupaten Tulungagung saat ini ada sekitar 111.097 ekor, sementara yang siap untuk dipotong sebanyak 10.902 ekor.

Sementara itu, tambah Mulyanto, populasi hewan ternak kambing kini sekitar 197.075 ekor dan yang siap untuk dipotong sebanyak 20.103 ekor.

"Kalau kebutuhan riil hewan kurban untuk area lokal Tulungagung kami perkirakan 2.100-an ekor sapi dan kambingnya sekitar 11.072 ekor. Kebutuhan kambing biasanya lebih banyak karena [harga] terjangkau," katanya.

Menurut Mulyanto, kebutuhan kambing meningkat dibandingkan pada 2017, di mana untuk kambing yang dipotong sekitar 10.066 ekor, dan sapi 1.834 ekor.

"Jadi untuk kebutuhan hewan kurban di Tulungagung kami rasa cukup, sehingga tidak perlu mendatangkan sapi maupun kambing dari luar kota/kabupaten lain," katanya.

Mulyanto menguraikan jumlah populasi sapi terbesar di Kecamatan Ngantru, Kalidawir, Rejotangan, Ngunut, dan Sumbergempol.

Sedangkan populasi kambing ada di hampir seluruh kecamatan di Tulungagung, kecuali kecamatan kota.

"Populasi hewan ternak sapi terbesar di wilayah Kalidawir, Rejotangan. Sedangkan untuk kambing hampir di semua kecamatan kecuali wilayah kota," katanya.

Soal harga, Mulyanto memaparkan harga daging sapi hidup sejak Januari 2018 terus naik, dari harga Rp42.000 per kilogram kini pada Agustus naik menjadi Rp45.000 per kilogram.

Sedangkan untuk hewan kambing harga pada Januari lalu di kisaran Rp50.000 per kilogram dan kini naik menjadi Rp63.000 per kilogram.

"Harga sapi dan kambing hidup setiap bulannya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal itu dampak dari tingginya permintaan di pasar," katanya.

Mulyanto menegaskan hewan kurban yang dijual di pasar dinyatakan sehat semua. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh sejumlah petugas di setiap pasar hewan.

Dia juga meminta setiap petugas kesehatan hewan di masing-masing kecamatan untuk melakukan pemeriksaan hewan di tempat penjualan hewan kurban di setiap kecamatan.

"Di samping itu petugas dilapangan kami perintahkan untuk melakukan pemeriksaan di setiap pasar maupun tempat penjualan hewan kurban di setiap kecamatan," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara