2 Hari, Kebakaran Hanguskan 3 Hutan di Ponorogo

Warga dan petugas memadamkan api yang membakar hutan di RPH Krebet, Desa Poko, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jumat (10/8 - 2018). (Istimewa/Polres Ponorogo)
10 Agustus 2018 22:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Kondisi kering di musim kemarau kembali memicu kebakaran hutan di wilayah Ponorogo. Dalam dua hari terakhir, tiga peristiwa kebakaran hutan Ponorogo terjadi di tiga titik berbeda.

Paur Humas Subbag Humas Polres Ponorogo, Aiptu Dicky Afrianto, mengatakan dua hari terakhir kebakaran terjadi di tiga titik di wilayah hutan milik Perhutani di Ponorogo. Kebakaran yang terjadi di hutan ini hampir semuanya membakar semak belukar kering.

Pada Kamis (9/8/2018) lalu, kata Dicky, kebakaran hutan terjadi di petak 93 wilayah RPH Tulung BKPH Sumoroto yang masuk Desa Jenangan, Kecamatan Sampung. Api yang membakar semak-semak dan rumput kering berhasil dipadamkan warga dan petugas menggunakan alat seadanya.

"Luas wilayah hutan yang terbakar yaitu mencapai 1,5 hektare. Pengendalian api sempat sulit karena embusan angin cukup kencang. Namun akhirnya berhasil padam dengan memutus jalur rambatan api supaya tidak merambat ke petak lainnya," terang dia, Jumat (10/8/2018).

Kebakaran hutan juga terjadi pada Jumat siang ini di RPH Krebet, Desa Poko, Kecamatan Jambon. Dicky menuturkan kebakaran di hutan Desa Poko hanya membakar semak-semak yang sudah mengering.

"Luas lahan yang terbakar sekitar 2 hektare. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," jelas dia.

Kapolsek Pulung, AKP Denny Fachrudianto, menuturkan kebakaran hutan juga terjadi di hutan RPH Gunting, BKPH Bondrang, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung. Lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare di hutan tersebut terbakar.

"Yang terbakar semak-semak kering dan daun jati yang kering," ujar dia.

Warga dan petugas memadamkan api yang membakar hutan dengan peralatan seadanya. Berbagai cara dilakukan untuk memadamkan api yang dengan mudah merambat, hingga akhirnya petugas memutus jalur rambatan api supaya tidak merambat ke petak lainnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya