Kapolda Jatim Imbau Suran Agung Tak Digelar, Ini Alasannya

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Machfud Arifin, bersama jajarannya meninjau kesiapan arus mudik Lebaran 2018 di jalan tol Sragen-Ngawi, Sabtu (9/6 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
10 Agustus 2018 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Machfud  Arifin, mengimbau tradisi Suran Agung tidak digelar tahun 2018. Hal itu karena tahun ini merupakan tahun politik yang rawan gesekan.

"Kan ini tahun politik. Pernah terjadi juga beberapa tahun lalu tidak ada Suran Agung. Kegiatan ini kan bisa ditunda tahun depan," kata jenderal polisi bintang dua itu kepada wartawan seusai meletakkan batu pertama pembangunan perumahan polisi di Sawahan, Kabupaten Madiun, Jumat (10/8/2018).

Suran Agung merupakan tradisi yang digelar setiap tahun baru Hijriyah oleh para pesilat di wilayah Madiun Raya. Tempat yang digunakan sebagai pusat kegiatan yaitu di wilayah Kota Madiun.

Meski demikian, Machfud menyampaikan permintaan ini hanya bersifat imbauan dan tidak memaksa. Imbauannya berdasar atas kemungkinan meningginya suhu politik pada tahun ini.

Dia menambahkan kalau memang para pesilat masih ingin menggelar Suran Agung pada tahun ini. Ia mensyaratkan supaya kegiatan ini digelar dengan tertib dan tidak menimbulkan gesekan.

"Ya ini sebatas imbauan. Kalau bisa. Karena ini tahun politik yang rawan gesekan. Kalau memang dilaksanakan ya dengan tertib," ujar dia.

Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, R. Moerdjoko, menyampaikan pihaknya berencana tetap melaksanakan tradisi Suran Agung tahun ini. Namun, kegiatan yang digelar tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Menurut dia, pada tahun politik sangat rawan menggelar kegiatan yang skalanya besar. "Ini kan tahun politik. Kalau menggelar kegiatan skala besar rawan dibenturkan dengan saudara-saudara kita," terang dia.

Pihaknya tetap menggelar Suran Agung ini karena mengingat kegiatan ini merupakan ritual tahunan yang dilakukan turun temurun. Dia pun meminta para pengurus cabang di berbagai daerah untuk tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia