16 Ha Hutan KPH Lawu Terbakar Dipicu Alam dan Ulah Manusia

ilustrasi kebakaran. (Solopos/Whisnu Paksa)
10 Agustus 2018 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu mendata lahan hutan seluas 16 hektare terbakar selama 2018 hingga bulan Juli. Sebagian besar kebakaran hutan ini disebabkan faktor kelalaian manusia.

Sebanyak 16 hektare lahan hutan di wilayah KPH Lawu yang terbakar sebagian besar berada di Kabupaten Ponorogo.

Wakil Kepala KPH Lawu, Adi Nugroho, mengatakan data yang masuk dari Januari hingga Juli 2018, lahan Perhutani KPH Lawu yang terbakar seluas 16 hektare. Itu tersebar di sejumlah titik wilayah KPH Lawu.

Dia menuturkan penyebab kebakaran ada beberapa faktor salah satunya faktor alam. Namun kebakaran ini sebagian besar disebabkan kelalaian manusia.

Adi menyebut untuk di Ponorogo beberapa peristiwa kebakaran hutan terjadi karena balon udara yang diterbangkan masyarakat. Balon udara yang diterbangkan itu jatuh menimpa semak belukar yang sudah kering kemudian terjadilah kebakaran.

"Habis Lebaran itu paling banyak di Ponorogo. Soalnya di Ponorogo menerbangkan balon udara kan menjadi tradisi," ujar dia saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/8/2018).

Selain disebabkan balon udara, kebakaran hutan terjadi karena ada warga yang membuang puntung rokok secara sembarangan.

Adi bersyukur kebakaran yang terjadi di wilayah KPH Lawu hanya membakar semak-semak saja tidak sampai membakar pohon di hutan.

Untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran, Adi menyampaikan petugas dari Polri, TNI, BPBD, dan masyarakat setempat juga ikut membantu. Sehingga kebakaran hutan tidak meluas.

Dia meminta kepada masyarakat untuk ikut menjaga hutan dari bencana kebakaran. "Kami sudah melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hutan," ujar dia.

Lahan Perhutani KPH Lawu seluas 52.000 hektare. Untuk melindungi kawasan hutan seluas itu, pihaknya membentuk satgas dalkar atau satuan tugas pengendalian kebakaran hutan. Satgas ini bertugas memantau kondisi hutan selama musim kemarau. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya