8.000 Liter Air Bersih Dikirim untuk Warga Babadan Madiun

Ilustrasi bantuan air bersih bagi warga terdampak bencana kekeringan. (Antara/BPBD Cilacap)
09 Agustus 2018 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Salah satu desa di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih pada musim kemarau ini. Pemerintah kabupaten setempat mendistribusikan bantuan guna menanggulangi krisis air di wilayah kekeringan tersebut.

"Ada kabar kalau salah satu desa di Kecamatan Gemarang mengalami krisis air bersih, sehingga pemda langsung berinisiatif mendistribusikan air bersih ke Dusun Babadan, Desa Tawangrejo [Gemarang], ini," ujar Pj Bupati Madiun, Boedi Prijo Soeprajitno, di Madiun, Rabu (8/8/2018).

Dia menjelaskan bantuan air bersih didistribusikan oleh sejumlah instansi, di antaranya BPBD Kabupaten Madiun dan PDAM Kabupaten Madiun.

Volume air yang dikirim mencapai 8.000 liter atau sebanyak dua tangki. Jumlah terseut cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga desa setempat selama empat hari.

Selain mendistribusikan air bersih, Pemkab Madiun melalui dinas terkait juga memberi bantuan pembuatan tandon air dari terpal untuk memudahkan masyarakat saat mengambil air.

Boedi Prijo Soeprajitno meminta perangkat desa bisa aktif untuk segera mengirimkan surat permintaan bantuan air bagi warganya ke BPBD. Sebab, kebanyakan warga yang kesulitan air bersih tidak tahu prosedur dalam meminta bantuan.

Sementara, sesuai dengan pemetaan BPBD Kabupaten Madiun, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, merupakan satu dari 28 desa di enam kecamatan yang krisis air bersih saat musim kemarau.

Dengan demikian, masih banyak desa lain yang rawan air bersih saat musim kemarau berlangsung. BPBD Kabupaten Madiun mencatat, enam dari 15 kecamatan di daerah itu rawan terjadi kekeringan dan krisis air bersih tahun ini, yakni Dagangan, Dolopo, Wungu, Geger, Gemarang, dan Kare.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara