Ini Penyebab Tinggi Semburan Air di Ngawi Sampai 30 Meter

Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur, Kukuh Sudjatmiko. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
09 Agustus 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur menyampaikan semburan air yang muncul di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi, mengandung metana. Kandungan metana itu terlihat dari semburan air yang mencapai 30 meter.

Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur, Kukuh Sudjatmiko, mengatakan semburan air tersebut mengandung metana. Itu terlihat dari adanya gelembung-gelembung air yang ada di sekitar sumur atau titik semburan.

Tokopedia

"Itu airnya bisa tinggi sampai 30 meter karena ada dorongan gas. Kalau ga ada gasnya, tidak mungkin bisa setinggi itu," kata dia kepada wartawan saat meninjau lokasi semburan air di Desa Sidolaju, Rabu (8/8/2018).

Dia menyebut campuran gas metana di semburan air tersebut tidak berbahaya bagi warga. Apalagi, semburan gasnya berada di area terbuka. Kondisi ini berbeda saat gas keluar di ruang tertutup.

Meski demikian, Kukuh mengingatkan warga yang di lokasi untuk tidak merokok di dekat area sumur. Lokasi semburan yang berada jauh dari pemukiman warga juga membuat semburan gas ini tidak membahayakan masyarakat.

Mengenai perkiraan lamanya semburan air itu akan terjadi, dia menerangkan semburan air bisa terjadi antara satu hingga dua pekan. Perkiraan ini melihat fenomena alam serupa di daerah lain yang lama semburan airnya juga sekitar dua pekan.

"Kami berharap semburan air ini tidak berlangsung lama," kata dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya