Pengolahan Sampah di Kota Malang Jadi Percontohan Nasional

Ilustrasi truk sampah (Solopos / dok)
09 Agustus 2018 04:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG -- Pemerintah Pusat memilih pengolahan sampah di wilayah Kota Malang menjadi percontohan dalam penanganan sampah secara nasional, baik melalui program-programnya maupun pemanfaatan dan pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA).

Karena dinilai berhasil mengelola sampah yang cukup efektif dan menjadikannya bernilai ekonomi itu, Pemkot Malang diundang dalam rapat koordinasi (Rakor) Pusda Terkait Penerapan Kebijakan Penanggulangan Sampah, Selasa (7/8/2018), di Jakarta Pusat.

Plt Wali Kota Malang Sutiaji dalam siaran pers yang diterima di Malang, Jawa Timur, Rabu (8/8/2018), mengatakan arahan dari pemerintah pusat agar mengurangi sampah selama ini sudah dilakukan maksimal, bahkan volume sampah berhasil ditangani di Kota Malang mencapai 96 persen per hari.

"Kota Malang akan terus mengoptimalkan tiga hal untuk penanganan sampah, yakni reduce, reuse, dan recycle, terutama pada sampah plastik yang kini menjadi sorotan pemerintah pusat," ujar Sutiaji.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, volume sampah di Kota Malang mencapai 664,62 ton perhari. Dan penanganannya, yang masuk ke TPA Supiturang tiap hari 499 ton dan pengurangan sampah melalui berbagai program dari komposting hingga Bank Sampah Malang (BSM) mencapai 140 ton.

Sehingga, kata Sutiaji, jika ditotal penanganan sampah di Kota Malang sekitar 639 ton perhari atau sudah mencapai 96 persen dari volume (produksi) domestik (rumah tangga) maupun industri yang mencapai 664,2 ton per hari.

"Grafik penanganan sampah di Kota Malang tiap tahun naik dan saat ini kita berhasil menangani sampah hingga 96 persen," tuturnya.

Dalam rilis tersebut terungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengemukakan sampah adalah permasalahan bersama yang perlu mendapat penanganan serius dari pemerintah pusat maupun daerah melalui sejumlah aksi dan program.

Luhut menerangkan harus ada program yang serius khususnya dari pemerintah daerah untuk menangani masalah sampah. Sebab, di berbagai kota dan  kabupaten yang letaknya di daerah pesisir, kesadaran untuk penanggulangan sampah masih rendah, bahkan di bawah 30 persen.

"Kita harus mulai mengurangi sampah dari darat sehingga tidak masuk ke laut dan begitu juga sebaliknya. Pemerintah pusat ada program penanggulangan sampah termasuk mengurangi penggunaan sampah plastik," kata Luhut.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara