Jatuh di Sawah, Petani Ngawi Meninggal Tersetrum

Ilustrasi mayat. (Solopos/Whisnu Paksa)
08 Agustus 2018 18:20 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Seorang petani asal Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tersengat listrik yang dipasang di areal persawahan, Selasa (7/8/2018) petang.

Saat kisah tragis terjadi, petani bernama Supangat, 58, itu akan pulang ke rumah sehabis mengurus sawah.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, mengatakan Supangat bersama temannya, Sukadi dan Suyadi, berada di areal persawahan di Desa Tirak. Mereka habis mengurus sawah dan hendak pulang ke rumah.

Di lokasi persawahan itu sengaja dipasang listrik dengan tujuan untuk mengusir hama yang memakan tanaman padi.

Sekeliling lokasi kejadian dipasangi kawat yang dialiri listrik dari mesin diesel 16 PK merek Yuema dengan dinamo berkekuatan 10 KW/KVA.

"Kondisi sawah memang sedang basah dan berair. Saat itu, saksi melihat korban terjatuh ke dalam sawah yang berair itu," kata Eko Setyo Martono, Rabu (8/8/2018).

Pria itu kemudian tersengat listrik dan kondisi tubuhnya semakin melemah dan tidak sadarkan diri. Temannya yang ada di lokasi bergegas menolong Supangkat.

"Saat itu saksi memberikan air minum kepada korban dan badannya disiram air. Dengan tujuan supaya siuman," ujar dia.

Lantaran Supangat tidak segera sadar, saksi kemudian membawanya ke Klinik Adi Rahayu, Desa Simo, Kecamatan Kwadungan. Di klinik, petugas kesehatan menyampaikan nyawa Supangat sudah tidak tertolong lagi.

"Diperkirakan korban meninggal dunia satu jam setelah kejadian itu terjadi. Korban juga tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Keluarga sudah menerima peristiwa ini," kata Eko. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia