Sumur Mengering, 1 Desa di Bojonegoro Butuh Pasokan Air Bersih

Ilustrasi dropping air. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
07 Agustus 2018 22:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Satu desa di Kabupaten Bojonegoro membutuhkan pasokan air bersih lantaran sumur di wilayah setempat mulai mengering di musim kemarau ini. Desa dimaksud adalah Desa Bakulan di Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, mendistribusikan air bersih ke desa setempat. "BPBD akan melayani permintaan air bersih kalau ada permintaan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia di Bojonegoro, Selasa (7/8/2018).

Sampai saat ini, menurut dia, baru Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, dengan jumlah 511 kepala keluarga (KK) yang mendapat suplai air bersih karena sumurnya mulai mengering.

Sesuai prosedur, kata dia, permintaan air bersih warga yang daerahnya mengalami kekeringan berdasarkan permintaan yang dikeluarkan pihak desa dengan jumlah warga yang kesulitan air bersih diketahui camat di wilayahnya masing-masing kemudian disampaikan kepada BPBD.

"Kemungkinan bisa saja sudah ada desa yang mulai kesulitan air bersih, tapi sampai saat ini ya baru satu desa yang mengajukan permintaan air bersih," ucapnya.

Dia memperkirakan warga yang daerahnya mengalami kekeringan akibat kemarau baru akan mengajukan permintaan air bersih akhir Agustus.

"Alokasi anggaran pengadaan bersih di BPBD sekitar Rp200 juta," katanya.

Kepala Bidang Kebencanaan Dinas Sosial Pemkab Bojonegoro Slamet menambahkan Dinsos tidak mengalokasikan anggaran pengadaan air bersih bagi warga yang daerahnya mengalami kekeringan selama kemarau.

Tapi Dinas Sosial tetap terlibat untuk mengatasi kesulitan air bersih dengan berkoordinasi kepada pihak perusahaan juga swasta untuk pengadaan air bersih.

Perwakilan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Bojonegoro Gholib MK sebelumnya menjelaskan sesuai laporan yang diterima dari relawan ACT di lapangan warga yang mulai kesulitan air bersih, antara lain, di Desa Mlinjeng, Tlogoaji, Kecamatan Sumberrejo.

Selain itu, warga di Desa Jamberejo, Mlaten, Duwel, Babat, Drokilo, Sidomulyo, Megale, Balongcabe, dan Ngrandu, juga mulai kesulitan air bersih.

"Kami belum bisa mendistribusikan air bersih karena masih menunggu turunnya dana dari ACT pusat," tuturnya.

Berdasarkan pemetaan BPBD setempat menyebutkan warga yang rawan mengalami kesulitan air bersih sebanyak 10.626 KK (33.923 jiwa) di 26 desa yang tersebar di Kecamatan Temayang, Ngambon, Kasiman, Sugihwaras, Sumberrejo, Purwosari, Sukosewu, Tambakrejo, Kepohbaru dan Ngraho, rawan mengalami kekeringan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara