16 Gudang PT Garam Siap Tampung 124.000 Ton Garam Petani Rakyat

Ilustrasi persiapan lahan oleh petani garam. (Antara/Saiful Bahri)
07 Agustus 2018 04:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- PT Garam tahun ini menyiapkan sebanyak 16 gudang yang tersebar di Pulau Jawa untuk merealisasikan target menyerap sekitar 124.000 ton garam petani rakyat.

Direktur Operasional PT Garam, Hartono, mengatakan penyerapan garam petani di musim panen ini akan dilakukan di sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Sumenep, Sampang, Pamekasan, dan Gresik.

"Seperti dari Pamekasan kira-kira kuotanya 10.000 ton, daerah lainnya sekitar 25%-30% an dari total target. Jadi kami tidak membatasi satu lokasi saja dengan memperhatikan prinsip keadilan," ujarnya kepada Bisnis/JIBI, Jumat (3/8/2018).

Dia menjelaskan panen garam milik petambak garam rakyat akan ditampung di 16 gudang di antaranya sebanyak 11 gudang ada di Pulau Madura, sisanya ada di Cirebon, Pati, Rembang, dan Gresik.

"Rata-rata setiap gudang kapasitasnya sekitar 5.000 ton. Tapi ini garamnya tidak ditimbun tapi revolving, yang kualitasnya bagus-bagus akan diolah jadi garam industri," jelasnya.

Dia mengatakan penyerapan garam petambak rakyat ini menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp204 miliar.

Soal harga garam petambak yang akan dibeli, lanjutnya, pihaknya akan menyesuaikan mekanisme harga pasar. Bila harga turun, jumlah penyerapannya akan ditingkatkan.

"Yang pasti di atas rata-rata swasta, kisaran Rp1.550-Rp1.750/kg," imbuhnya.

Hartono menambahkan langkah PT Garam dalam membagi penyerapan garam petani akan melibatkan satgas khusus yang disiapkan di masing-masing wilayah. Pihaknya juga telah mengumpulkan koperasi-koperasi dan kelompok petani di setiap wilayah.

"Syarat penyerapan adalah petambak yang sudah ada kelompoknya, nanti satgas akan ngecek anggota-anggotanya supaya tidak overlaps," imbuhnya.

PT Garam tengah meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan garam dengan menggunakan dana internal. Saat ini kapasitas pabriknya masih 7 ton/hari, dan masih progres menjadi 14 ton/hari.

"Diharapkan September awal ini mesin kita sudah bisa beroperasi menjadi 14 ton. Ini ditingkankan kapasitasnya karena selama ini kita produksi langsung habis, sehingga tidak sampai buffer stock," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya