Ada Gua Indah di Bawah Tambang Batu Kapur di Tuban

Anggota Astaga turun meneliti temuan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, Minggu (5/8 - 2018). (Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
06 Agustus 2018 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TUBAN -- Masyarakat menemukan sebuah gua indah di kawasan penambangan batu kumbung atau batu kapur milik Sumosayu, Dusun Krajan, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur.

Tim Asosiasi Wisata Goa Indonesia (Astaga) pada Minggu (5/8/2018) terjun ke lokasi untuk meneliti gua itu. "Kami berempat turun meneliti gua yang baru ditemukan ini," kata salah seorang anggota Astaga Cahya Alkantana di lokasi itu, Minggu.

Namun Cahya belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai gua yang pada 2 Agustus 2018 ditemukan Totok Sugianto, 24, anak dari Sumosayu (pemilik tanah), Kamis (2/8/2018).

"Kami masih meneliti, mengukur luas gua juga mengamati kondisinya. Tapi secara umum gua ini kuat," ujar Cahya.

Petugas Polsek Semanding menjaga keamanan hingga di depan batu kapur berlubang segi empat, lokasi tim Astaga masuk ke gua.

Tim peneliti yang turun ke dalam gua menggunakan tali. Meski di lokasi setempat terpasang garis polisi, tapi ratusan pengunjung merangsek memadati kawasan temuan gua.

Sesekali petugas Polsek Semanding melarang sejumlah warga yang berusaha turun mendekat ke arah lubang segi empat atau mulut gua.

Untuk melihat gua dari lubang segi empat, warga harus meniti tangga dari batu kumbung dengan pengaman tali plastik ke arah bawah yang medannya cukup curam. Tepat di bawah lubang segi empat itu terdapat ruangan gua yang cukup luas.

Sementara itu, ketika penelitian dilakukan tim Astaga, kegiatan penambangan batu kumbung tetap berlangsung, bahkan truk pembawa batu kumbung juga melalui kawasan gua.

Dua warga Desa Jadi, Raden Chosin dan Kasman, yang sudah turun dan masuk ke gua melalui lubang segi empat, memberikan gambaran bahwa ruangan di dalam gua cukup luas.

"Tapi di dasarnya berlumpur," ucap Raden Chosin.

Menurut Chosin, dari lubang segi empat hingga ke dasar gua tingginya sekitar 20 meter, sedangkan lebar di dalam gua sekitar 15 meter.

Dia mengatakan setelah sampai di dasar gua dan berjalan ke arah barat, menemukan lubang kecil sehingga harus merangkak untuk masuk.

"Setelah saya merangkak melalui lubang sempit dan menemukan gua lagi. Cukup luas mungkin sampai tiga kali. Panjangnya bisa ratusan meter yang ke arah barat. Di dalamnya penuh dengan bebatuan yang sangat indah termasuk bebatuan mirip tangan," ucapnya.

Chosin dan Rahman menelusuri gua hingga ke arah timur. Panjang gua itu mereka perkirakan 200 meter. Di dalamnya terdapat berbagai bentuk bebatuan.

"Gua yang ke arah timur cukup luas, dan tidak menyempit. Saya tidak menemukan tulisan huruf Arab di dalam gua," ucap Chosin 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

 

Sumber : Antara