5 Ciri-Ciri Hewan Sehat dan Layak untuk Kurban Iduladha

Penjualan kambing untuk kurban. (Solopos/Nicolous Irawan)
06 Agustus 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Menjelang Hari Raya Iduladha, saat ini banyak ditemui penjual hewan kurban yang membuka lapak di wilayah Kota Madiun. Untuk mendapatkan hewan kurban yang sehat tentu harus mengetahui ciri-ciri hewan kurban itu.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Cahya Rini Budiarti, mengatakan ada beberapa ciri hewan kurban yang sehat dan layak dikonsumsi. Ciri-ciri itu bisa dilihat dari bulu hingga tingkah laku ternak.

Tokopedia

"Untuk memilih hewan kurban yang sehat dan layak bisa melihat beberapa faktor," jelas Rini di Madiun, Kamis (3/8/2018).

Pertama, ungkap dia, hewan ternak yang sehat akan aktif bergerak. Hewan ternak yang banyak diam patut dicurigai.

Kedua, kondisi kesehatan hewan bisa dilihat dari bulunya. Bulu kambing atau domba sehat biasanya bersih dan mengkilap. Sedangkan hewan yang sakit biasanya memiliki buku kusam dan mudah rontok.

Ketiga, lanjut Cahya Rini Budiarti, kondisi kesehatan hewan juga bisa dilihat dari kondisi matanya. Mata hewan yang sehat terlihat bening, jernih, dan tidak sayu. Mata yang sehat dapat menanggapi rangsangan di sekitarnya dengan cepat.

Keempat, kondisi kesehatan hewan bisa dilihat dari testisnya. Bagian testis hewan harus simetris artinya memiliki ukuran sama besar dan sama panjang. Hewan dengan bentuk testis tidak sama patut dicurigai kurang sehat.

Kelima, hewan yang layak untuk kurban yaitu harus powel atau mengalami cabut gigi alami. Jika bagian gigi yang hilang tersebut tidak ditemukan adanya gigi baru, patut dicurigai bagian gigi itu dicabut secara paksa.

Rini menyarankan masyarakat membeli hewan kurban ke peternak langsung. Hal ini karena hewan yang ada di peternakan biasanya sudah dipelihara sejak lama sehingga kesehatan hewan lebih terjamin.

Peternakan biasanya menjadi binaan dari petugas kesehatan hewan, sehingga riwayat kesehatan hewan itu terpantau.

"Kalau ada hewan yang terindikasi sakit biasanya langsung diberi obat. Bahkan jika parah akan diminta untuk tidak dijual dulu," kata dia, Kamis (3/8/2018).

Sedangkan hewan kurban yang dijual di pinggir jalan atau pasar lebih sulit dideteksi kesehatannya. Biasanya penjual ini mendatangkan hewan kurban dari luar daerah yang jaraknya cukup jauh. Belum lagi perlakuan penjual ke hewan ternak itu.

Pihaknya berencana melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di penjual dalam waktu dekat. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya