Hiii...Ada Makhluk Gaib Penunggu Rumdin Bupati Madiun

Suasana rumah dinas Bupati Madiun di kompleks kantor Pemkab Madiun lama di Jl. Alun-alun Utara, Kota Madiun, Kamis (2/8 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
03 Agustus 2018 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Bupati Madiun Muhtarom menceritakan rumah dinas (rumdin) yang ditempatinya selama 10 tahun terakhir ada penunggunya yang merupakan sosok dari alam gaib. Menurut Muhtarom, sosok penunggu gaib itu perempuan.

Sebagai informasi, rumah dinas Bupati Madiun yang ada di Jl. Alun-alun Utara atau di sekitar Alun-alun Kota Madiun itu berarsitektur lawas dengan konsep seperti pendapa.

Ruangan di dalam rumdin Bupati Madiun terbilang luas dengan atap tinggi. Di ruang pertemuan ada belasan foto bupati yang pernah menjabat di Madiun terpasang di dinding.

"Kita tahu ada yang menunggui [rumah dinas] sesosok perempuan [gaib]," kata Muhtarom kepada wartawan sebelum boyongan ke rumah pribadinya di Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Kamis (2/8/2018).

Meski demikian, Muhtarom mengaku tidak pernah diganggu maupun bertemu dengan sosok gaib itu. Selain itu, anak dan cucunya yang masih kecil juga tidak pernah diganggu penunggu rumah itu.

"Istri saya saat tidur sendiri juga ga diganggu. Anak dan cucu saya saat ditinggal sendiri di rumah juga tidak pernah diganggu. Tapi informasinya rumah dinas ini ada penunggunya," jelas Muhtarom.

Rumah dinas bupati tersebut sudah ditempati Muhtarom sepuluh tahun terakhir selama menjabat bupati periode pertama dan kedua. Dia mengaku sangat berat meninggalkan rumah dinas karena menganggap rumah tersebut seperti rumah pribadinya.

"10 tahun tinggal di rumah ini. Kita sudah seperti menyatu," ujar dia.

Saat masa jabatannya masih panjang, Muhtarom menceritakan sangat nyaman dengan rumah pribadinya di Dolopo. Karena saat hendak pulang ke rumah dinas perasaanya seperti berat dan penuh dengan pekerjaan.

Namun, saat mendekati purna seperti ini justru rasa kangen dan berat meninggalkan rumah dinas muncul. Bahkan anak dan cucunya juga merasakan hal serupa.

"Cucu saya kan sukanya di pos Satpol PP di depan. Itu dalam beberapa hari terakhir juga terus di situ. Dan saat ditanya karena sebentar lagi mau meninggalkan rumah dinas," cerita Muhtarom.

Pria yang akrab dipanggil Mbah Tarom ini menganggap rumah dinasnya itu sebagai rumah pribadi yang penuh dengan kenyamanan dan kehangatan. Apalagi, selama menjadi bupati seluruh keluarganya tinggal di rumah dinas ini.

"Saat waktu akhir-akhir ini, ada sesuatu yang tidak bisa diungkap," kata Mbah Tarom.

Selain Muhtarom, Wakil Bupati Madiun Iswanto juga melakukan boyongan dari rumah dinas ke rumah pribadinya. Seperti Muhtarom, Iswanto juga merasa sangat berat meninggalkan rumah dinas wakil bupati karena sudah bertahun-tahun tinggal di rumah itu.

"Saya setelah ini mau kembali ke keluarga. Dan menikmati masa pensiun saya dengan keluarga," kata dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya