Penuh Haru, Begini Prosesi Perpisahan Bupati Madiun Muhtarom

Bupati Madiun Muhtarom menyerahkan tombak kepada Sekda Madiun Tontro Pahlawanto di Pendapa Pemkab Madiun, Kamis (2/8 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
02 Agustus 2018 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Suara selawatan dipadu dengan musik gamelan terdengar nyaring dari Pendapa Pemkab Madiun di Jl. Alun-alun Utara Madiun, Kamis (2/8/2018) sekitar pukul 14.15 WIB.

Puluhan orang berbusana beskap dengan blangkon duduk rapi di pendapa.

Bupati dan Wakil Bupati Madiun, Muhtarom dan Iswanto, dengan didampingi istri masing-masing duduk menghadap barat. Seorang kiai mengucap doa menggunakan bahasa Arab.

Aroma menyan dibakar memenuhi pendapa di kompleks rumah Bupati Madiun itu. Beberapa orang kemudian melakukan tarian.

Muhtarom yang akan mengakhiri jabatannya sebagai Bupati Madiun kemudian menyerahkan tombak suci kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto.

Penyerahan tombak sebagai simbol penyerahan tanggung jawab pemerintahan di Kabupaten Madiun dari bupati kepada sekda.

Setelah ritual penyerahan kekuasaan usai, Muhtarom beserta Iswanto selanjutnya bersalaman dengan pejabat Forkompimda di Kabupaten Madiun.

Suasana haru mengantarkan bupati yang akrab disapa Mbah Tarom itu yang per hari ini akan meninggalkan rumah dinas dan kembali ke kediamannya di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Bupati beserta istri dan anak-anaknya kemudian naik kereta kuda yang didatangkan langsung dari Keraton Kasunanan Surakarta. Seluruh pejabat yang mengantar Mbah Tarom juga menaiki kereta kuda. Jumlah kereta kuda yang disiapkan sekitar 30 unit.

Rombongan menempuh jarak sekitar 19 kilometer hingga sampai ke kediaman pribadi Mbah Tarom.

Kepada wartawan, Mbah Tarom mengaku sangat terkesan dan mengapresiasi perpisahan yang dibuat para pejabat dan ASN yang ada di Pemkab Madiun itu. Dia mengaku merasa dihormati dan berarti karena telah dibuatkan acara perpisahan yang sangat meriah itu.

"Saya menjadi bangga dengan kondisi seperti ini. Saya merasa mendapat apresiasi. Padahal tipologi saya kan apa adanya, sederhana. Pulang ya pulang," kata dia.

Mbah Tarom mengaku akan melepas tampuk kekuasaannya sebagai kepala daerah Kabupaten Madiun mulai Jumat tanggal 3 Agustus besok. Sehingga hari ini dirinya beserta keluarga meninggalkan rumah dinas dan kembali lagi ke rumah pribadinya.

Sebelum kembali ke rumah pribadi, Muhtarom mengikuti prosesi penyerahan tombak sebagai lambang kekuasaan kepada Sekda.

Dia pun memberi saran kepada masyarakat Madiun untuk bersatu kembali setelah ajang Pilkada selesai. Menurut dia, suasana di Kabupaten Madiun harus kembali cair setelah pertarungan dalam Pilkada.

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto, menuturkan Kirab Boyongan ini merupakan kreasi dari ASN Pemkab Madiun.

Kirab yang menggunakan puluhan kereta kuda ini memang sengaja disiapkan untuk memberi apresiasi kepada bupati dua periode, Muhtarom yang akan melepas jabatannya 3 Agustus besok.

Mengenai anggaran yang digunakan dalam kirab ini, ujar dia, seluruh kebutuhan dalam kirab ini ditanggung secara bersama-sama pejabat Pemkab Madiun. Kirab ini tidak menggunakan dana APBD.

"Ini anggarannya partisipasi teman-teman. Mereka menyewa sendiri-sendiri," kata dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya