DLH Ponorogo Tutup Paksa Tambang Sirtu di Pulung

Ilustrasi tambang pasir disegel. (Solopos/Dok)
02 Agustus 2018 10:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menutup paksa tambang pasir dan batu (sirtu) yang beroperasi di Desa Sugihan, Kecamatan Pulung. Tambang sirtu itu ditutup karena dianggap merusak lingkungan.

Tambang sirtu yang ditutup tersebut milik Sumardi. Tambang itu sudah beroperasi sejak 2017 lalu.

Kepala DLH Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko, mengatakan DLH langsung menutup tambang tersebut setelah ada laporan mengenai aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan. Lokasi pertambangan dan pencucian pasir serta batu yang ditutup seluas 5 hektare.

"Sejak kemarin sudah kami hentikan aktivitas pencuciannya karena kerusakan lingkungan yang ditimbulkan cukup parah dan membawa dampak buruk bagi warga sekitar," jelas dia, Rabu (1/8/2018).

Sapto menyampaikan aktivitas usaha pertambangan di lokasi itu akan dibuka lagi setelah pemilik tambang melengkapi berkas perizinan terkait aktivitas pencucian pasir itu.

"Nantinya bisa dibuka kembali asal dia mengurus izin usaha pencucian pasir. Kalau tak mengurus izin akan kami tutup terus karena merusak lingkungan," kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman resmi Pemkab Ponorogo.



Tokopedia