Kakek-Kakek Tewas Gantung Diri di Hutan Ponorogo

ilustrasi bunuh diri, gantung diri. (Solopos/Whisnu Paksa)
02 Agustus 2018 08:20 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO – Seorang kakek-kakek di Ponorogo nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Rabu (1/8/2018) dini hari. Jasadnya ditemukan di pohon nangka di kawasan hutan petak 70 C RPH Cepoko masuk Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, Jawa Timur.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, mengatakan kakek-kakek itu bernama Damiyo, 85, warga Dukuh Puthuk, Desa Selur, Kecamatan Ngrayun.

Tokopedia

Sebelum ditemukan meninggal dunia secara gantung diri, kata Sudarmanto, Damiyo tidur bersama istrinya Jamiyem pada Selasa sekitar pukul 21.00 WIB. Beberapa saat kemudian Damiyo tidak ada di kamar dan pergi.

"Jamiyem mengetahui suaminya sudah tidak ada di kamar sekitar pukul 01.00 WIB pada hari Rabu. Jamiyem sempat bingung karena mendapati suaminya tidak ada di tempat tidur," kata Sudarmanto.

Dalam kondisi bingung, Jamiyem kemudian memberitahukan hilangnya Damiyo kepada anaknya dan tetangga. Setelah dilakukan pencarian di segala penjuru rumah, akhirnya pria yang bekerja sebagai petani itu ditemukan terbujur kaku menggantung di pohon nangka di hutan Desa Selur.

"Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke perangkat desa dan dilanjutkan ke Polsek Ngrayun," ujar dia.

Dari hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Ngrayun disebutkan di bagian kepala tidak ada luka-luka dan tulang rahang patah pertanda ada tekanan dari tali. Tidak ada luka akibat kekerasan di tubuh pria itu sehingga disimpulkan tewas karena gantung diri.