Warga Mengeluh Rumah Rusak Akibat Proyek Drainase di Madiun

Warga memperlihatkan bangunan pagar di depan rumahnya di Perumahan Bumi Mas, Kelurahan Mojorejo, Kota Madiun, rusak akibat pembangunan drainase, Rabu (1/8 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
01 Agustus 2018 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sejumlah warga di Perumahan Bumi Mas, Kelurahan Mojorejo, Kota Madiun, mengeluhkan proyek pembangunan drainase di kampung mereka. Proyek pembangunan drainase Pemkot Madiun itu dianggap merusak rumah warga.

Ada enam rumah yang terdampak proyek pembangunan drainase itu. Drainase tersebut memiliki ukuran kedalaman sekitar 1,5 meter dengan lebar 1 meter dan panjang sekitar 500 meter.

Seorang warga Perumahan Bumi Mas Kota Madiun, Bambang Budi Supriono, mengatakan proyek pembangunan drainase di perumahannya sudah berlangsung beberapa hari terakhir.

Dalam pembangunan drainase ini, ada beberapa rumah yang pagarnya terpaksa dibongkar. Selain itu, ada saluran air yang dari rumah warga juga tidak bisa keluar karena tertutup beton drainase.

"Ini rumah saya bangunannya ada yang retak gara-gara proyek ini. Di rumah tetangga juga gitu, bagian depannya terkena back hoe saat proses pengerukan," kata dia kepada wartawan, Rabu siang.

Bambang mempertanyakan mengenai siapa yang akan bertanggung jawab dalam kerusakan akibat proyek pembangunan ini.

"Sebelumnya sudah ada rapat koordinasi dengan pihak kelurahan. Tapi tidak tahu mengenai hal itu. Ga ada ganti rugi soal bangunan yang dibongkar," jelas dia.

Warga Perumahan Bumi Mas lainnya, Rahmawati, menyampaikan saluran air dari rumah ke selokan di depan rumah terganggu karena proyek tersebut. Apalagi tidak ada saluran dibuat dari rumah ke drainase.

"Hla ini di drainase ga ada lubangnya. Terus air yang dari rumah mau diarahkan ke mana," kata dia.

Rahma menambahkan warga sebenarnya tidak anti terhadap pembangunan. Namun, ia meminta pembangunan tidak merugikan masyarakat.

Dia berharap pembangunan drainase itu segera dirampungkan supaya aktivitas masyarakat kembali normal. "Itu drainase yang dibangun juga nutupnya sebagian saja. Itu kan membahayakan warga, kalau nanti ada yang masuk di situ bagaimana," terang Rahma.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Jariyanto, mengatakan proyek pembangunan drainase di Perumahan Bumi Mas tersebut menelan anggaran senilai Rp1 miliar.

Dia menyampaikan pagar maupun teras di rumah warga yang dibongkar itu karena mereka membangunnya di atas saluran air. Sehingga bangunan itu dibongkar. Dia mengklaim pemerintah melalui RT dan RW telah menyosialisasikan hal itu kepada warga yang terdampak.

"Itu karena mereka membangun di atas saluran air. Kemarin sudah kita sosialisasikan dan sudah klir," kata dia.

Pemkot Madiun tidak akan memberikan ganti rugi kepada warga yang rumahnya terdampak pembangunan itu. Karena warga dianggap sudah menyalahi aturan karena membangun di atas fasilitas umum.

"Nanti setelah saluran itu selesai dibangun juga bisa digunakan kembali," ungkap dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya