Rehab Eks Sri Ratu Madiun Molor, Wali Kota Minta 2 Hal Ini

Kondisi bangunan eks Sri Ratu yang disewa PT Sri Tananya Megatama masih proses renovasi, Kamis (26/7 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
01 Agustus 2018 08:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto, lepas tangan terkait proyek investasi penggunaan bangunan eks Sri Ratu di Jl. Pahlawan Kota Madiun. Padahal investasi senilai Rp31 miliar dengan potensi miliaran rupiah itu terancam molor pengerjaannya.

"Saya percaya sama UPD, saya percaya sama kontraktor, saya percaya penyedia barang dan jasa. Itu [investasi di eks Sri Ratu] semua urusannya Pak Sekda," kata Sugeng Rismiyanto saat dimintai tanggapan soal proyek rehab aset pemkot berupa gedung dan bangunan eks Sri Ratu, Selasa (31/7/2018).

Namun Wali Kota Madiun menegaskan proyek tersebut harus berjalan sesuai kesepakatan dan sesuai aturan. Sugeng juga meminta launching gedung yang nantinya bernama Plaza Lawu itu tetap sesuai kesepakatan yaitu tanggal 12 November 2018.

Menurut dia, pembangunan Plaza Lawu ini nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Kota Madiun. Sehingga, saat bangunan ini tidak jadi launching pada tanggal 12 November, tentu akan merugikan pemerintah dan masyarakat.

"Setiap kemanfaatan pembangunan pasti menyentuh kesejahteraan masyarakat. Itu bagian yang tidak terpisahkan. Mundurnya waktu launching berarti pendapatan yang masuk ke daerah juga mundur," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Madiun geram karena PT Sri Tanaya Megatama (STM) selaku pemegang manfaat bangunan milik Pemkot tidak bekerja sesuai target yang telah ditentukan.

Padahal sesuai kontrak kerja yang sudah diteken antara Pemkot Madiun dan STM, soft opening bangunan yang diberi nama Plaza Lawu ini akan dilaksanakan pada 12 November. Saat ini proses pengerjaan justru minus 7,6% artinya tidak sesuai target yang ditentukan.

Lantaran tidak sesuai dengan target, soft opening Plaza Lawu pun diperkirakan molor. Hal itu membuat potensi sumber PAD Pemkot Madiun juga terancam tidak bisa langsung didapatkan.

Padahal, sesuai kontrak sumber pendapatan akan langsung didapat Pemkot begitu bangunan itu berfungsi dan tenant-tenant sudah mulai mengisi bangunan itu. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tokopedia